Insyaallah…

22 Apr

Ketika mata ini enggan beralih

Dan ketika tatapannya mulai manahan hati

Hati ini seperti gemercik ombak yg beralun tanpa henti

Seperti malam yang indah karna bintang

 

Subhanallah mata yang begitu indah nan sejuk

Mata yang memancarkan karunia sang pencipta

Mata yang tak ada cacat sedikitpun

Dan seketika aku berucap Astagfirullah

 

Seakan ini memutuskan hubunganku dengan Allah

Aku sadar Ia masih milikmu ya Allah

Tak sepantasnya aku terlena

Tapi aku ingin bersamanya

Maka izinkanlah aku mencintainya karna-Mu

Jadikan Ia imam dalam shalat dan hidupku selamanya

Biarkan Ia yang membimbingku menuju surgamu kelak,

Insyaallah….

PERANAN PEMASARAN DALAM ORGANISASI INDUSTRI GRAFIKA

7 Mar

PERAN PEMASARAN DALAM ORGANISASI

 Di dalam suatu organisasi manajer harus menyusun suatu struktur organisasi formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan.

 

Berikut ini peranan pemasaran dalam organisasi : 

 Peran Pemasaran dalam Sektor Bisnis 

 Di dalam sektor bisnis, pemasaran mulai di sadari oleh berbagai perusahaan pada waktu yang berbeda. Ada beberapa sebagian contoh yang termasuk dalam kategori pelopor di Asia seperti misalnya unilever, philips, dan sony. Di berbagai negara memiliki perbedaan dalam mempraktikan pada pangsa pasarnya. Secara umum, pemasaran cepat menyebar di perusahaan – perusahaan penghasil produk konsumen dalam bentuk kemasan (consumer packaged-goods), dan perusahaan penghasil produk untuk konsumen tahan lama (consumer durable-goods), dan perusahaan barang industri. Perusahaan jasa atau pelayanan konsumen  (consumer service firm), khususnya untuk perusahaan penerbangan dan bank mereka telah menuju pada pemasaran modern.

                                                       

PEMASARAN INDUSTRI

 

      Apa sih pemasaran industri itu? Apakah menjual barang untuk di konsumsi seperti pemasaran produk konsumsi? Apa perbedaan pemasaran industri dengan pemasaran produk konsumsi? Saya akan sedikit menjelaskan tentang pemasaran industri agar masyarakat tau jika pemasaran industri itu berbeda dengan pemasaran produk konsumsi.

       Tentunya kita lebih sering mendengar nama pemasaran produk konsumsi. Dan memang didalam kehidupan kita ini, kita lebih banyak membeli produk untuk dikonsumsi secara langsung, sehingga pemasaran produk konsumsi lebih di kenal di masyarakat dibandingkan pemasaran industri. Pemasaran industri dikenal juga dengan nama pemasaran industrial, pemasaran bisnis, perusahaan antarperusahaan dan pemasaran organisasi. Pemasaran industri berbeda dengan pemasaran produk konsumsi, terutama dalam hal penggunaan produk dan konsumen yang dituju, dimana pemasaran industri mengarahkan produknya kepada:

 Perusahaan yang akan menjual kembali produk tersebut

Perusahaan yang membeli produk tersebut untuk membantu proses produksinya, dan

Lembaga atau organisasi yang membeli produk tersebut untuk membantu kegiatan operasionalnya

      Pemasaran industri adalah kegiatan yang memfasilitasi terjadinya pertukaran produk dengan pelanggan dalam pasar industri, mencakup semua perusahaan yang membeli barang dan jasa industri, untuk digunakan dalam memproduksi barang dan jasa yang akan dijual, disewakan atau dipasok kepada konsumen lain. Transaksi dalam pemasaran industri terjadi apabila suatu barang atau jasa dijual untuk suatu kegunaan lain  dan bukan secara langsung untuk dikonsumsi secara personal (Bingham et al., 2005). Contohnya:

 Pemasaran bahan baku phospat ke pabrik pupuk

Pemasaran peralatan boilers ke pabrik gula

Pemasaran mesin tenun ke pabrik tenun

Pemasaran kapal tanker ke perusahaan angkutan minyak

      Contoh yang lebih konkretnya adalah suatu pabrik tekstil membeli mesin tekstil untuk peremajaan mesinnya yang sudah tua atau suatu perusahaan industri otomotif membeli pelat baja (sheet) untuk bahan baku pabrik perakitannya.

 

PERAN PEMASARAN DALAM PERUSAHAAN

 

·             Pemasaran adalah proses komunikasi yang tujuannya untuk memberitahu kepada publik mengenai barang atau jasa yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan .

Fungsi utama mengapa kegiatan pemasaran dilakukan :
1. Untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual perusahaan .
2. Untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen .
3. Untuk menciptakan nilai ekonomis suatu barang .

·            Manajemen Pemasaran adalah suatu aktivitas menganalisa ,memproses ,merencanakan ,yang dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan suatu perusahaan dalam menjalankan tujuannya .

·         Peran pemasaran dalam organisasi 

1).  Peran Pemasaran dalam Sektor Bisnis
       Dalam sektor bisnis, pemasaran mulai di sadari oleh berbagai perusahaan pada waktu yang berbeda. Unilever, Philips, Sony, dan Canon termasuk pelopor di Asia. Praktik pemasaran juga berbeda antar negara. Secara umum, pemasaran paling cepat menyebar di perusahaan-perusahaan penghasil barang konsumen dalam kemasan (Consumer Packaged/Goods), perusahaan-perusahaan penghasil barang konsumen tahan lama (Consumer Durable-Goods), dan perusahaan-perusahaan peralatan industry .
      Dalam dekade terakhir, perusahaan-perusahaan jasa atau pelayanan konsumen (Consumer Service Firm), khususnya penerbangan dan bank, telah menuju pemasaran modern. Pemasaran mulai menarik minat perusahaan asuransi dan pialang saham, meskipun mereka masih harus banyak belajar dalam menerapkan pemasaran secara efektif .

Konsep  Pemasaran

       Yaitu sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton, 1978) .

 

Konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan berorientasi kepada kebutuhan konsumen. Hal ini secara asasi berbeda dengan falsafah bisnis  terdahulu yang berorientasi pada produk, dan penjualan .

 

Tiga unsur konsep pemasaran:

   1).   Orientasi pada Konsumen .

   2).   Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral .

   3).   Kepuasan Konsumen .

(http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pemasaran)

                       

     

  • Pengertian pemasaran

Pemasaran adalah kegiatan pemasaran untuk menjalankan bisnis (profit atau nonprofit) gna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dn atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.

Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Definisi yangpaling sesuai dengan tujuan tersebut adalah :

Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997).

Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands). 

  • Pengertian manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan ntuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, danuntuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, manajemen pemasaran dapat diartikan :

Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi (Kotler, 1997).

 

 

 

STRATEGI MARKETING PADA PERUSAHAAN INDUSTRI

Pengertian Pemasaran

Pengertian pemasaran sering diartikan dengan penjualan. Padahal sebenarnya pengertian pemasaran lebih luas, penjualan hanya sebagian dari kegiatan pemasaran.

Secara umum pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit atau non profit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.

Unsur pokok dalam kegitan pemasaran adalah:

1. Pemasar

Pemasar adalah organisasi perusahaan atau perorangan yang mempunyai tujuantertentu bagi organisasi maupun pribadinya. Tujuan pemasar yaitu keuntungan, survive, pangsa pasar, kesetiaan pelanggan, kesejahteraan, dan sebagainya yang harus dipenuhi.

Pemasar dapat merupakan:

a. produsen (umumnya berorientasi terhadap keuntungan)

b. organisasi (belum tentu berorientasi terhadap keuntungan)

2. Pemerintah (berorientasi terhadap kesejahteraan umum)

3. Barang dan Jasa

Apapun bentuk sesuatu yang ditawarkan produsen untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen. Barang dapat bersifat konkret, tidak kongkret (jasa) atau kombinasinya.

4. Pasar

Pasar adalah konsumen pribadi atau organisasi perusahaan yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berwujud sebagai permintaan terhadap barang atau jasa. Pada umumnya, tujuan dari konsumen pribadi adalah pemenuhan dan kepuasan kebutuhan dan keinginannya. Sedang tujuan pasar organisasi perusahaan adalah keuntungan atau yang lain. Pasar mempunyai kapasitas pertukaran (dayabeli) untuk bisa memperoleh barang yang diminta. Daya beli adalah kemampuan pasar untuk mendapatkan barang yang diperlukan. Daya bali dapat berwujud penguasaan uang, barang yang bernilai untuk ditukarkan, ataupun kepercayaan orang lain bahwa mereka mampu membayar.

5. Proses Pertukaran

Pertukaran adalah kegiatan dua pihak yang masing-masing memerlukan sesuatu milik pihak yang lain sebagai usaha untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan masing- masing. Pertukaran dapat dilakukan secara barter atau transaksi penjualan dengan syarat-syarat yang disepakati secara layak oleh kedua belah pihak. Artinya dalam pertukaran tidak ada pihak yang dirugikan.

1.2 Konsep Pemasaran

Pemasaran sangat penting dalam setiap kegiatan bisnis. Lingkungan, kondisi pasar, sifat produk, dan terutama pandangan pemasar atau pihak yang berkepentingan terhadap pemasaran tersebut. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa konsep pemasarn yang dianut oleh masing-masing perusahaan tidaklah sama. Konsep pemasaran ini dalam perjalanan waktunya mengalami perkembangan (evolusi pemikiran). Perkembangannya adalah sebagai berikut:

  • Konsep produksi:

Adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada proses produksi (internal) bahwa konsumen hanya akan membeli produk-produk yang murah. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan yang harus dilakukan adalah efesiensi biaya (produksi dan distribusi) agar dapat menjual barang dengan murah kepada konsumen.

  • Konsep produk:

Adalah anggapan pemasar bahwa konsumen lebih menghendaki produk-produk yang berkualitas atau berpenampilan menarik. Dengan demikian tujuan bisnis perusahaan adalah pengendalian kualitas.

  • Konsep penjualan

Adalah anggapan pemasr yang berorientasi kepada tingkat penjualan (internal) bahwa konsumen perlu dipengaruhi agar penjualan dapat meningkat sehingga tercapai profit maksimum sebagai tujuan perusahaan. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan adalah usaha-usaha meningkatkan cara-cara penjualn dan kegitan promosi yang intensif agar mampu mempengaruhi, membujuk konsumen untuk membeli sehingga penjualn dapat meningkat.

  • Konsep pemasaran

Adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan (eksternal) bahwa konsumen hanya akan bersedia membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan adalah berusaha memenuhi kepuasan penggan melalui pemahaman perilaku konsumen.

  • Konsep pemasaran yang memasyarakat (sosial)

Adalah anggapan pemasar bahwa konsumen hanya bersedia membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan serta kesejahteraan lingkungan sosial konsumen. Tujuan kegiatan perusahaan adalah disamping berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat juga memperbaiki relasi antara produsen dan masyaraket untuk peningkatan kesejahteraannya.

  • Konsep pasar

Adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan dan pesaing-pesaing perusahaan (persaingan pasar) bahwa produsen perlu mempunyai keunggulan pasar yang bersaing untuk dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan. Focus kegiatan pelanggan adalah berusaha memahami perilaku konsumen dan juga berusaha memahami perilaku pesaing untuk dapat mengatasi persaingan.

1.3 Sasaran Pasar

Bagian Pasar (target market) yang akan dilayani perusahaan adalah sasaran yang merupakan rencana penguasaan pasar. Akan tetapi dalam realisasi, dapat terjadi penguasaan pasar yang dicapai dapat lebih rendah dari rencana. Bagian pasar yang dapat dikuasai adalah pasar actual yang direalisir. Bagian ini bila dibandingkan dengan pasar yang dapat dipenuhi oleh keseluruhan industri adalah kemampuan penguasaan perusahaan atas pasar (market share).

Dalam menerapkan pasar sasaran, terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Segmentasi Pasar

2. Penetapan Pasar Sasaran

3. Penempatan Produk

1. Segmentasi Pasar

Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. Berdasarkan definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan tetapi pada kenyataannya adalah heterogen. Pada dasarnya segmentasi pasar adalah suatu strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang orientasinya adalah konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen.

Ada empat ktiteria yang harus dipenuhi segmen pasar agar proses segmentasi pasar dapat dijalankan dengan efektif dan bermanfaat bagi perusahaan, yaitu:

  • Terukur (Measurable), artinya segmen pasar tesebut dapat diukur, baik besarnya, maupun luasnya serta daya beli segmen pasar tersebut.
  • Terjangkau (Accessible), artinya segmen pasar tersebut dapat dicapai sehingga dapat dilayani secara efektif.
  • Cukup luas (Substantial), sehingga dapat menguntungkan bila dilayani.
  • Dapat dilaksanakan (Actjonable), sehingga semua program yang telah disusun untuk menarik dan melayani segmen pasar itu dapat efektif.

Kebijakan segmentasi pasar haruslah dilakukan dengan menggunakan ktiteria tertentu. Tentunya segmentasi ini berbeda antara barang industri dengan barang konsumsi. Namun dengan demikian secara umum setiap perubahan akan mensegmentasikan pasarnya atas dasar:

a. Segmentasi atas dasar Geografis, Segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara membagi pasar kedalam unit-unit geografis seperti negara, propinsi, kabupaten. kota, desa, dan lain sebagainya. Dalam hal ini perusahaan

akan beroperasi disemua segmen, akan tetapi, harus memperhatikan perbedaan kebutuhan dan selera yang ada dimasing-masing daerah.

b. Segmentasi atas dasar Demografis, Segmentasi pasar ini dapat dilakukan dengan cara memisahkan pasar kedalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada variabel-variabel demografis, seperti umur, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, agama, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.

c. Segmentasi atas dasar psychografis, Segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara membagi-bagi konsumen kedalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, berbagai ciri kepribadian, motif pembelian, dan lain-lain.

2. Penetapan Pasar Sasaran ( Target market)

Adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Apabila perusahaan ingin menentukan segmen pasar mana yang akan dimasukinya, maka langkah yang pertama adalah menghitung dan menilai porensi profit dari berbagai segmen yang ada tadi. Maka dalam hal ini pemasar harus mengerti betul tentang teknik-teknik dalam mengukur potensi pasar dan meramalkan permintaan pada masa yang akan datang. Teknik-teknik yang dipergunakan ini sangat bermanfaat dalam memilih pasar sasaran, sehingga pemasar dapat menghindarkan kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi, atau paling tidak menguranginya sekecil mungkin dalam prakteknya. Maka untuk tujuan tersebut perusahaan harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran. Dalam kenyataannya perusahaan dapat mengikuti salah satu diantara lima strategi peliputan pasar, yaiitu:

1. Konsentrasi pasar tunggal, ialah sebuah perusahaan dapat memusatkan kegiatannya dalam satu bagian daripada pasar. Biasanya perusahaan yang lebih kecil melakukan pilihan ini.

2. Spesialisasi produk, sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi satu jenis produk. Misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi hanya mesin tik listrik bagi sekelompok pelanggan.

3. Spesialisasi pasar, misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat segala macam mesin tik, tetapi diarahkan untuk kelompok pelanggan yang kecil.

4. Spesialisasi selektif, sebuah perusahaan bergerak dalam berbagai kegiatan usaha yang tidak ada hubungan dengan yang lainnya, kecuali bahwa setiap kegiatan usaha itu mengandung peluang yang menarik.

5. Peliputan keseluruhan, yang lazim dilaksanakan oleh industri yang lebih besar untuk mengungguli pasar. Mereka menyediakan sebuah produk untuk setiap orang, sesuai dengan daya beli masing-masing.

3. Penempatan produk ( Product Positioning)

Penempatan produk mencakup kegiatan merumuskan penempatan produk dalam persaingan dan menetapkan bauran pemasaran yang terperinci. Pada hakekatnya Penempatan produk adalah: Tindakan merancang produk dan bauran pemasaran agar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.

Bagi setiap segmen yang dimasuki perusahaan, perlu dikembangkan suatu strategi penempatan produk. Saat ini setiap produk yang beredar dipasar menduduki posisi tertentu dalam segmen pasamya. Apa yang sesungguhnya penting disini adalah persepsi atau tanggapan konsumen mengenai posisi yang dipegang oleh setiap produk dipasar.

Ada beberapa pilihan strategi merancang posisi produk:

1. Posisi berdasarkan atribut produk

Suatu produk dapat dilihat berbeda oleh konsumen menurut atribut produk, misalnya kualitas, harga, penampilan, atau modelnya.

2. Posisi berdasarkan pada manfaat produk

Posisi produk dapat dibedakan terhadap produk pesaing menurut kegunaan produk, fungsi, atau manfaat menggunakan. Misalnya kedudukan sepatu olahraga akan berbeda posisinya dengan sepatu formal.

3. Posisi yang mendasarkan penggunaan produk

Suatu produk dapat diposisikan untuk penggunaannya pada saat-saat atau kondisi tertentu. Komputer dapat dibedakan kedudukannya menurut pemakaian menentap atau untuk kepentingan diperjalanan (laptop)

4. Posisi berdasarkan pemakaian produk

Posisi produk dapat dibedakan secar langsung sesuai dengan perbedaan atau kekhususan pemakai produk. Misalnya posisi kendaraan menurut kepentingan keluarga akan berbeda dengan posisi kendaraan untuk pemakaian niaga.

5. Posisi yang membedakan langsung dengan pesaing

Posisi produk dapat dirancang berbeda secara langsung terhadap produk-produk pesaing dengan menyinggung atau menyebut atribut produk pesaingnya.

1.4 Bauran Pemasaran

Salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah Bauran Pemasaran, yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan, bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada satu segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarannya. Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin, dalam melakukan kegiatan pemasarannya. Dengan demikian perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut, untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif. Menurut William J.Stanton pengertian marketing mix sccara umum adalah sebagai berikut: marketing mix adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adlah penawaran produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.

Keempat unsur atau variabel bauran pemasaran (Marketing mix) tersebut atau yang disebut four p’s adalah sebagai berikut:

1. Strategi Produk

2. Strategi Harga

3. Strategi Penyaluran / Distribusi

4. Strategi Promosi

MARKETING PADA PERUSAHAAN PERCETAKAN

Pengertian Percetakan
Percetakan merupakan teknologi yang memproduksi salinan dari sebuah image dengan sangat cepat, seperti kata-kata atau gambar-gambar (image) di atas kertas, kain, dan permukaan-permukaan lainnya. Percetakan merupakan proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Hal tersebut merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi.
Percetakan adalah sebuah proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Hal tesebut merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi. Banyak buku, koran, brosur, flyer dan majalah sekarang ini biasanya dicetak menggunakan teknik percetakan offset. Image yang akan dicetak di print diatas film lalu di transfer ke plat cetak. Warna-warna bisa didapatkan dengan menimpakan beberapa pola warna dari setiap pelat offset sekaligus. Teknik percetakan umum lainnya termasuk cetak relief, sablon, rotogravure, dan percetakan berbasis digital seperti pita jarum, inkjet, dan laser. Dikenal pula teknik cetak poly untuk pemberian kesan emas dan perak ke atas permukaan dan cetak emboss untuk memberikan kesan menonjol kepada kertas.

Proses Percetakan
Tahap-tahap percetakan adalah sebagai berikut :
1. Klien memberikan spesifikasi permintaan kepada percetakan, meliputi: Jenis publikasi yang akan dibuat (buku, brosur, newsletter, dsb.), jenis kertas yang diminta, jumlah warna, jumlah foto/gambar, jumlah lembar dan sebagainya.
2. Percetakan memberikan detil sesuai permintaan klien berikut harga, jangka waktu pengerjaan.
3. Klien menawar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Setelah deal, maka masuk pada tahap persetujuan dan kontrak.
4. Divisi Desain/Setting menyiapkan layout, menginput data (foto, illustrasi, logo) yang diperlukan kemudian didesain sesuai permintaan klien.
5. Hasil proofing (cetakan sementara) sebagai patokan hasil yang akan dicetak dberikan kepada klien untuk direvisi. Biasanya klien melakukan beberapa pengecekan, baik dari segi desain maupun isi (misalnya ada yang salah ketik atau salah letak).
6. Klien memberikan koreksi seperlunya. Setelah selesai disetujui oleh klien, percetakan melanjutkan tahap finishing desain (Final Art).
7. Hasil desain (FA) dibuat plat 4 warna (Cyan, Magenta, Yellow, Black) untuk dijadikan master film untuk pencetakan.
8. Tahap pencentakan dimulai dengan mesin cetak 4 warna (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Beberapa percetakan juga menyediakan pencetakan lebih dari 4 warna, misalnya dengan tambahan warna khusus (Spot Color) untuk pencetakan logo yang akurat atau tinta tambahan seperti tinta emas dan lainnya.
9. Tahap pemotongan kertas untuk merapikan.
10. Tahap penjilidan/laminating bila diperlukan untuk design ‘lux’ dan sebagainya.
11. Tahap pengiriman hasil cetakan ke klien.

Peranan Periklanan Dalam Jumlah Pelanggan
Bagi perusahaan percetakan, periklanan berfungsi menginformasikan kepada khalayak mengenai keberadaan usahanya serta keunggulan-keunggulan produk percetakan yang dimilikinya, juga untuk menarik minat khalayak agar mau menjadi pelanggan yang loyal pada perusahaannya, dan untuk mempertahankan citra perusahaan di mata khalayak masyarakat, konsumen atau pelanggan.
Setelah mendengar atau melihat iklan dari suatu perusahaan percetakan, khalayak diharapkan selalu teringat pada perusahaan tersebut walaupun tidak memutuskan untuk menjadi pelanggan yang loyal pada perusahaan yang bersangkutan pada saat itu juga, tetapi jika pada suatu saat ingin membeli dan memakai jasa percetakan maka nama perusahaan percetakan tersebut yang pertama diingat. Hal itu akan menjadi alasan khalayak untuk datang pada perusahaan percetakan yang bersangkutan untuk meminta informasi lebih lanjut, dan akhirnya berminat untuk menjadi pelanggan yang loyal pada perusahaan percetakan yang bersangkutan.
Sehingga periklanan memiliki peranan yang sangat penting untuk meyakinkan konsumen agar melakukan pembelian (menjadi pelanggan), sehingga akan mempengaruhi jumlah pelanggan. Kotler (2000: 581)

Berdasarkan apa yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa apabila periklanan direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan tepat, maka akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil penjulan (jumlah pelanggan), karena iklan dapat mendatangkan suatu ketertarikan pada pelanggan, sehingga akan tercipta sejumlah pelanggan yang loyal pada perusahaan.

 Pendekatan Masalah
Kondisi persaingan yang semakin ketat tidak saja dialami oleh perusahaan penghasil barang, tetapi juga dialami oleh perusahaan penghasil jasa seperti halnya perusahaan percetakan.
Menurut Hendra Teguh (www.percetakan-sinarbuana.co.cc) : 
Percetakan adalah teknologi yang memproduksi salinan dari sebuah image dengan sangat cepat, seperti kata-kata atau gambar-gambar (image) di atas kertas, kain, dan permukaan-permukaan lainnya. Percetakan merupakan proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Hal tersebut merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi.

Setiap perusahaan percetakan bersaing dalam memperebutkan pasar potensial agar bersedia untuk membeli atau memakai jasa percetakannya. Kondisi persaingan ini memaksa usaha percetakan untuk lebih memperhatikan masalah pemasaran. Pada awal produk yang diluncurkan atau kebijakan baru dari perusahaan dapat dipastikan masyarakat atau konsumen belum mengenal dan mengetahui produk atau kebijakan yang dihasilkan atau diluncurkan oleh perusahaan percetakan tersebut. Untuk melakukannya maka dilakukan kegiatan promosi.
Menurut Mc. Carthy yang diterjemahkan oleh Agus Dharma (1996: 294) : “Promosi adalah suatu informasi komunikasi antara penjual dan pembeli untuk mempengaruhi sikap dan perilaku”. Melalui promosi, perusahaan dapat memperkenalkan dan menawarkan produk-produknya kepada khalayak/masyarakat atau konsumen. Dalam melaksanakan kegiatan promosi perusahaan dapat mengkombinasikan atau memilih salah satu diantara sekian jenis bauran promosi. Menurut Kotler (2000: 550), bauran promosi terdiri dari : advertising, sales promotion, public relations and publicity, personal selling and direct marketting. (iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan publisitas, kewiraniagaan dan pemasaran langsung). 
Periklanan merupakan salah satu unsur dalam bauran promosi yang memiliki arti luas serta manfaat yang besar bagi perusahaan dalam berkomunikasi dengan masyarakat atau konsumen. Menurut Kotler (2000: 578) : “Advertising is any paid form of non personal presentation and promotion of ideas, goods, or services by an identified sponsor”. (Iklan adalah segala sesuatu apapun yang dibayar dalam bentuk yang termasuk presentasi perorangan dan promosi ide, barang, atau jasa oleh layanan dari sponsor teridentifikasi).
Setiap perusahaan memandang bahwa masyarakat atua konsumen merupakan suatu asset berharga yang harus dijaga serta dipertahankan, dan untuk memenangkan konsumen sebagai pelanggan jangka panjang adalah dengan memahami kebutuhan dan perilaku pembeli secara lebih baik daripada yang dilakukan oleh pesaing (Djaslim Saladin, 2002: 8). Begitu pula dengan bisnis percetakan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa, konsumen memliki peran yang penting dalam menunjang kelancran usaha percetakan, karena itu keinginan dan kebutuhan konsumen harus selalu diperhatikan. Menurut UU PK “Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan”. Setiap konsumen memiliki kebutuhan dan perilaku pembelian yang beragam, karena itu konsumen perlu dibujuk agar terdorong untuk membeli dan memakai jasa percetakan. Salah satu cara yang ditempuh oleh perusahaan percetakan untuk meraih tujuan itu adalah dengan melaksanakan kegiatan periklanan yang efektif.
Agar kegiatan periklanan benar-benar efektif dalam meningkatkan hasil penjualan (jumlah pelanggan), maka perlu dilakukan perencanaan yang baik sebelum kegiatan periklana tersebut dilaksanakan. Menurut Kotler (2000: 578), terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk membuat rencana program periklanan yang baik terdiri dari :

(1) Setting the advertising objective,

(2) Deciding on the advertising budget,

(3) Choosing the advertising message, 

(4) Deciding on the advertising media,

(5) Evaluating the advertising effectiveness.

 

 

SUMBER:

Teguh Budiarto, Dasar Pemasaran.Jakarta:Universitas gunadarma,1993

http://www.karir-up.com/2008/05/menjadi-marekting-handal/

http://id.88db.com/id/Discussion/Discussion_reply.page?DiscID=1521

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pemasaran

http://massofa.wordpress.com/2008/01/25/peran-pemasaran-dalam-perusahaan-dan-masyarakat/

 

PERENCANAAN STRATEGIS & ORIENTASI PASAR

4 Mar

 Proses Pemasaran dalam Perencanaan Strategis Berorientasi Pasar.

1.Perusahaan Akan Menentukan Visi (Tujuan).

Sebagai sebuah perushaan yang berorientasi pasar tentu saja Perusahaan harus menentukan Visi (Tujuan) dari perusahaan tersebut, hal ini dilakukan agar perusahaan punya tujuan yang jelas dan dapat dengan mudah mencapai tujuan tersebut. Biasanya tujuan atau orientasi dari Perusahaan ini akan lebih pada ingin melayani kebutuhan atau keinginan pelanggan (customer)nya daripada sekedar memproduksi barang atau jasa kemudian menjualnya.

2.Menentukan Misi dari Masing-masing SBU ( Strategic Business Unit )

Langkah ini dilakukan adalah bertujuan agar dari masing-masing Unit Perusahaan dapat menentukan kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan atau dilakasanakan mengenai siapa calon pembelinya (customernya), produk apa yang akan dproduksi, beberapa kuantitasnya dan lain-lain.

Hal-hal yang Menyangkut Isi dari Rencana Pemasaran dari Suatu Perusahaan.

Ada beberapa hal langkah yang harus direncanakan dan dilaksanakan dalam proses pemasaran suatu perusahaan yaitu antara lain: Mind share (strategic), Market Share (Tactic), Heart Share (Value) dan Soul Share (Generous), secara lebih detail bias dilihat sebagai berikut :

1.Mind Share (Strategic), hal ini tercakup dalam sebuah strategi yang didalamnya terdapat proses Segmenting, Targeting dan Positioning.

a.Segmentation (Pemetaan)

Segmentasion adalah suatu cara dalam membagi pasar berdasarkan variabel-variabel tertentu seperti geografi, demografi, psikologi, perilaku dan bahkan sampai pada variabel terkecil yaitu individu.

b.Targeting

Targeting adalah proses pemilihan target dan mencocokkan reaksi pasar dengan kebutuhan dasar, kemampuan daya beli dan keterbatasan yang dimiliki.

c.Positioning

Positioning adalah bagaimana menempatkan sebuah produk ke dalam benak customer secara luas, sehingga akan tertanam dalam benak pasar bahwa perusahaan kita adalah definisi dari kategori produk yang kita jual. Bukan bagaimana posisi produk kita di pasar, melainkan bagaimana produk kita selalu diingat oleh pelanggan.

2.Market Share (Tactic) atau yang sering kita kenal dengan pangsa pasar adalah persentase dari keseluruhan pasar untuk sebuah kategori produk atau servis yang telah dipilih dan dikuasai oleh satu atau lebih produk atau service tertentu yang dikeluarkan sebuah perusahaan dalam kategori yang sama. Dalam hal ini diperlukan beberapa taktik untuk mendukung strategi yang digunakan untuk merebut pangsa pasar yaitu: Pembedaan (Differentiation), Bauran Pemasaran (Marketing Mix), Penjualan (Selling).

a.Diferensiasi (Differentiation)

Diferensiasi adalah sebuah pembeda atau bagaimana caranya agar menjadi berbeda dengan produk atau perusahaan lain.

b.Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Bauran Pemasaran adalah sebuah tingkatan yang menggabungkan elemen penting pemasaran benda atau jasa, seperti keunggulan produk, penetapan harga, pengemasan produk, periklanan, persediaan barang, distribusi dan anggaran pemasaran, dalam usaha memasarkan sebuah produk atau jasa.

c.Penjualan (Selling)

Selling atau penjualan adalah sebuah teknik dalam membujuk atau meyakinkan konsumen bahwa dalam produk yang dijual terdapat solusi atau keuntungan yang lebih bagi pelanggan.

3.Heart Share (Value), adalah sebuah strategi untuk memenangkan pasar dengan jalan memberikan nilai lebih kepada pelanggan dengan jalan memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka. Untuk memenangkannya kita dapat menggunakan beberapa cara seperti berikut : Branding (Penamaan), Process (Proses) dan Service (Pelayanan).

a.Branding (Penamaan)

Branding merupakan suatu langkah dalam memberikan identitas kepada produk atau jasa yang kita jual, atau yang sering kita kenal istilah merk. Tujuan pemberian merk ini adalah pelanggan dapat dengan mudah membedakan produk yang kita jual di pasar dengan produk-produk lain.

b.Process (Proses)

Proses dapat didefinisikan sebagai penganalisisan peluang pasar, pengembangan strategi marketing, perencanaan langkah-langkah marketing yang akan dilakukan dan memaksimalkan usaha marketing berdasarkan langkah yang telah ada.

c.Service (Pelayanan)

Service (Pelayanan) merupakan hal yang paling mendasar yang dijual oleh para pengusaha baik pengusaha barang, terlebih lagi pengusaha jasa karena tidak ada satu bisnispun di dunia ini yang tidak menggunakan pelayanan.

4.Soul Share (Generous) adalah salah strategis yang dilakukan melalui sebuah sikap murah hati, hal ini dilakukan untuk tujuan agar para pelanggan setia atau loyal kepada kita. Ada beberapa cara untuk mencapai tujuan agar pelanggan menjadi loyal yaitu antara lain :

 

a.Jujur

Sikap jujur adalah kunci utama dari kepercayaan pelanggan. Kepercayaan bukanlah sesuatu yang diciptakan. Tetapi kepercayaan adalah sesuatu yang dilahirkan. Jadi sikap jujur adalah ini dari nilai tambah dan pengalaman lebih yang akan ditawarkan. Sebaik apapun value yang coba kita tawarkan pada pelanggan apabila kita tidak bersikap jujur maka semuanya akan sia-sia.

b.Profesional

Seiring dengan sikap jujur tadi, maka juga sangat penting juga sebuah sikap profesional dalam bekerja. Karena sikap profesional ini akan menjauhkan kita dari sikap malas, tidak mau berusah keras dan hanya menerima tanpa ada usaha untuk menuju ke arah yang lebih baik.

c.Silaturrahim

Silaturrahim pada dasarnya adalah formula untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, lingkungan, makhluk hidup yang lain, dan tentu saja dengan Tuhan. Dengan silaturrahim, kita melakukan suatu hubungan atas dasar kasih sayang. Silaturrahim adalah kunci dalam melakukan usaha sebagai sarana untuk menuju sumber daya yang tidak terbatas (unlimited resources). Karena dengan silaturrahim, kita akan mampu membentuk komunikasi dua arah dan pada akhirnya akan mampu mengetahui dan memahami apa-apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

d.Murah hati

Murah hati merupakan sebuah sikap saling mengerti antara pengusaha dengan pelanggannya agar tercipta hubungan yang baik dan saling menguntungkan diantara kedua belah pihak.

 

Cara Memenangkan Pasar :

Amati pasar dan kenali pesaing

Ciptakan produk yang berbeda

Tampilkan keunggulan produk

Amati dan pelajari kelebihan dan kelemahan pesaing

Tawarkan harga yang bersaing

Adakan event untuk mempromosikan produk

 

Perencanaan Strategis Yang Berorientasi Pasar adalah proses manajerial untuk  mengembangkan dan menjaga agar tujuan, keahlian dan sumber daya organisasi sesuai dengan peluang pasar yang terus berubah. Tujuan Perencanaan Strategis adalah untuk membentuk dan menyempurnakan usaha bisnis dan produk perusahaan sehingga memenuhi target laba dan pertumbuhan.

1.Proses Perencanaan Dalam Strategis Berorientasi Pasar :

Perusahaan akan menentukan visi (Tujuan) dan menentukan misi dari masing-masing SBU

(Strategic Business Unit).

2.Rencana pemasaran dilaksanakan pada dua tingkat :

Rencana Pemasaran Strategis

Mengembangkan tujuan dan strategi pemasaran yang luas berdasarkan analisis situasi dan

peluang pasar saat ini.

Rencana Pemasaran Taktis

Menggariskan taktik pemasaran yang spesifik, yang terdiri dari periklanan, penjualan, penetapan

harga, saluran distribusi dan pelayanan.

Pemasaran menurut Kotler, adalah penting untuk melakukan apa yang secara strategis benar

daripada apa yang mampu menghasilkan laba dengan segera.

Bersaing dipasar global merupakan komitmen untuk menciptakan dan mempertahankan

kepuasan pelanggan serta mengetahui bagaimana caranya untuk menyesuaikan diri dengan pasar yang terus menerus berubah.

Pernyataan misi yang baik memiliki tiga kharakteristik utama :

1.Menekankan pada sasaran-sasaran yang terbatas jumlahnya.

2.Menekankan pada kebijakan dan nilai utama yang ingin ditaati oleh perusahaan.

3.Mendefinisikan lingkup persaingan utama tempat perusahaan akan beroperasi :

Lingkup Industri

Lingkup produk dan aplikasi

Lingkup kompetensi

Lingkup segmen pasar

Lingkup vertical

STRATEGI PEMASARAN         

Strategi pemasaran menurut Kotler (1997) adalah sejumlah tindakan terintegrasi yang diarahkan untuk mencapai keuntungan kompetitif yang berkelanjutan. Sedangkan strategi pemasaran menurut Zikmund dan D’Amico (1989):

 

Marketing strategy includes the identification and evaluation of opportunities, analysis of market segments, selection of a target market or of target markets, and planning an appropriate marketing mix.

 

Zikmund dan D’Amico menegaskan ada tiga langkah utama dalam pengembangan strategi pemasaran, yaitu mengidentifikasi dan menilai peluang, menganalisis segmen-segmen pasar dan memilih pasar sasaran, merencanakan strategi bauran pemasaran yang akan memuaskan kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan sesuai dengan tujuan organisasi.

 

Zikmund dan D’Amico menegaskan ada tiga langkah utama dalam pengembangan strategi pemasaran, yaitu mengidentifikasi dan menilai peluang, menganalisis segmen-segmen pasar dan memilih pasar sasaran, merencanakan strategi bauran pemasaran yang akan memuaskan kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan sesuai dengan tujuan organisasi.

 

 

Menurut McCarthy et al (1990) setiap langkah yang dilakukan dalam memformulasikan strategi pemasaran harus diorientasikan pada upaya mencapai kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan merupakan kunci utama dari konsep pemasaran dan strategi pemasaran. Ini berarti bahwa proses yang ditempuh oleh setiap pihak boleh jadi bermacam-macam sesuai dengan kesanggupan dan karakteristik masing-masing, tetapi tujuan akhirnya tetap bermuara pada tercapainya kepuasan konsumen atau consumer satisfaction.

Menurut Cravens (1994) dalam menganalisis segmen pasar dan memilih pasar sasaran, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk menentukan strategi penempatan pasar (positioning strategy). Maksudnya, dalam langkah kedua tersebut pihak perusahaan harus menentukan posisi produknya di pasaran; bagaimana produk dan atau merek yang ia ciptakan akan dipersepsikan dan diposisikan oleh para konsumen.

Inti pemasaran strategis modern terdiri atas tiga langkah pokok, yaitu segmentasi, penentuan pasar sasaran, dan penetapan posisi. Ketiga langkah ini sering disebut STP (segmenting, targetting, positioning) (Kotler dan Amstrong, 2004). Langkah pertama adalah segmentasi pasar, yakni mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah yang membutuhkan produk dan/atau bauran pemasaran tersendiri. Langkah kedua adalah penentuan pasar sasaran, yaitu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki maupun dilayani. Langkah ketiga adalah penetapan posisi, yaitu tindakan membangun dan mengomunikasikan manfaat produk yang istimewa dari produk di dalam pasar.

Target Pasar

Tugas manajemen pemasaran bukan hanya terbatas bagaimana menjual produk perusahaan sebanyak mungkin (semaksimal mungkin). Lebih dari itu, adalah bagaimana menjual produk perusahaan semaksimal mungkin dengan diiringi cara pelayanan yang baik. Hal ini berguna dalam mengantisipasi faktor jangka panjang, yaitu dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pelanggan yang pada akhirnya dapat mempertahankan serta meningkatkan faktor penjualan. Dalam menunjang hal tersebut memberikan pelayanan yang baik kepada para pelanggan dan konsumen sangatlah diperlukan. Namun, bukan suatu hal yang mudah untuk melaksanakannya dikarenakan adanya faktor heterogenitas pada konsumen. Hal ini terdiri dari sudut keinginan yang berbeda, kemampuan untuk membeli produk, domisili, jumlah (kuantitas), dan faktor lainnya. Di pihak lain, perusahaan mempunyai keterbatasan dalam kemampuan, sehingga tidak memungkinkan untuk melayani kebutuhan semua konsumen dengan baik dan akurat.

Keinginan untuk dapat memberikan yang terbaik pada pelanggan, perlu ditindaklanjuti dengan berbagai upaya. Oleh karena itu, di antara konsumen yang berjumlah banyak dan beraneka ragam perlu dipilih sebagian untuk dijadikan target pasar. Pemilihan sebagian di antara konsumen untuk diputuskan sebagai kelompok yang ingin dilayani perusahaan dengan sebaik-baiknya, harus didasarkan pada sumber daya perusahaan sehingga dapat didayagunakan secara maksimal. Kegiatan pemasaran harus dilaksanakan secara efisien dan efektif yang memungkinkan pelanggan dapat dilayani dengan baik. Tujuan akhir berupa tercapainya peningkatan volume penjualan dan penghematan biaya perusahaan.

Untuk menentukan konsumen yang akan dijadikan target pasar, maka pasar yang ada perlu dibagi atas beberapa segmen tertentu. Hal ini disebabkan bahwa di setiap pasar konsumen mempunyai kebutuhan yang berbeda, pola pembelian, dan pendapatan yang berbeda serta tanggapan yang tidak sama untuk setiap kebijaksanaan pemasaran yang diterapkan. Pada dasarnya segmentasi pasar dapat dilakukan atas dasar:

  1. Faktor demografi: umur, kepadatan penduduk, jenis kelamin; agama, pendidikan, tingkat penghasilan, dan sebagainya.
  2. Faktor sosiologis: kelompok budaya, kelas-kelas sosial, dan sebagainya.
  3. Faktor psikologis/psikografis: kepribadian, sikap, manfaat produk yang diinginkan, dan sebagainya.

Atas dasar segmentasi pasar ini akan dapat ditetapkan segmen pasar tertentu yang akan dijadikan sebagai target pasar perusahaan. Kegiatan segmentasi pasar akan berhasil dengan baik jika berlaku hal-hal sebagai berikut:

1. Secara kuantitatif informasi mengenai karakteristik konsumen mungkin diperoleh.

2. Cukup menguntungkan bagi perusahaan dari segmen pasar yang dipilih.

3. Sedapat mungkin perusahaan dapat memusatkan program pemasaran pada segmen pasar yang dipilih.

Dalam upaya memutuskan memasuki suatu pasar, ada beberapa kemungkinan strategi yang bisa diterapkan perusahaan:

a. Undifferentiated Marketing

Suatu strategi pemasaran dengan memasarkan satu jenis produk untuk semua pembeli. Dalam strategi ini yang dianggap penting adalah kesamaan kebutuhan setiap pembeli, bukan pada perbedaannya. Oleh karena itu, kebijakan pemasaran dirancang untuk penjualan massal. Seiring dengan penjualan yang terus meningkat itu, maka biaya pemasaran dan operasi akan menurun. Itu berarti ditunjukkan pada segmen pasar yang paling luas. Jika perusahaan lain menggunakan cara serupa dalam menguasai pasar, maka akan terjadi persaingan sangat keras.

b. Differentiated Marketing

Suatu strategi dalam memasuki pasar dengan memilih pasar tertentu sebagai target dan berusaha untuk melayani kebutuhan pasar tersebut dengan sebaik mungkin. Dengan cara ini perusahaan memungkinkan untuk mendesain program pemasaran secara lebih terarah. Dengan cara ini diharapkan penjualan akan meningkat dan posisi perusahaan di segmen yang dipilih semakin kokoh. Tentu cara ini juga mempunyai efek negatif, yaitu semakin meningkatnya biaya.

c. Concentrated Marketing

Dengan cara ini perusahaan berusaha melayani pasar yang terkonsentrasi. Untuk itu dipilih satu segmen pasar yang akan dilayani kebutuhannya secara baik. Hal ini mengingat terbatasnya kemampuan perusahaan. Dengan terkonsentrasinya sumber daya diharapkan pelaksanaan kegiatan pemasaran akan lebih terarah untuk menghasilkan volume yang terus berkembang.

Strategi Bauran Pemasaran 

Keberhasilan strategi pemasaran dapat dilihat melalui volume penjualan, cakupan pasar (market share), kepuasan pelanggan terus meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan laba perusahaan. Strategi pemasaran disusun dengan memanfaatkan setiap peluang pasar yang ada sehingga dilakukan strategi bauran pemasaran.

Kotler dan Amstrong (2004) mendefinisikan bauran pemasaran adalah serangkaian variabel yang dapat dikontrol dan tingkat variabel yang digunakan oleh perusahaan untuk memengaruhi pembeli atau pasar yang menjadi sasaran.

 

Kotler dan Amstrong (2004) mendefinisikan bauran pemasaran adalah serangkaian variabel yang dapat dikontrol dan tingkat variabel yang digunakan oleh perusahaan untuk memengaruhi pembeli atau pasar yang menjadi sasaran

 

Beberapa variabel yang dapat digunakan untuk mempengaruhi tanggapan pembeli antara lain:

a. Produk-produk yang ditawarkan

Produk-produk yang ditawarkan harus dapat memuaskan keinginan konsumen. Produk di sini tidak hanya terbatas wujud fisik, tetapi juga kualitas model dan apa saja yang dapat memuaskan keinginan konsumen. Produk-produk tersebut harus selalu dievaluasi. Hal ini dimaksudkan agar dapat diciptakan perlakuan yang benar dan seimbang untuk setiap lini produk, yaitu memberikan dukungan penuh bagi produk berprospek cerah atau menghilangkan produk yang lemah di pasar. Keputusan lain mengenai kebijakan produk yang perlu diperhatikan adalah mengenai model, merek, label, dan kemasan.

Untuk itu, ada beberapa kemungkinan, misalnya membuat model tertentu sebagai ciri sebagian atau seluruh produk yang dipasarkan perusahaan. Membuat merek yang berlainan untuk produk yang sama pada setiap produk yang ditawarkan serta membuat merek tersendiri untuk setiap jenis produk. Strategi kemasan hendaknya diarahkan untuk terciptanya manfaat tambahan, misalnya menambah ketahanan perlindungan kualitas, mempunyai efek promosi, dan lain-lain. Sedangkan keputusan mengenai label hendaknya memperjelas informasi kepada konsumen, mempunyai efek promosi, dan lain-lain.

b. Harga jual

Keputusan tentang harga jual mempunyai implikasi yang cukup luas pada perusahaan maupun konsumen. Harga yang terlalu tinggi dapat menimbulkan kemungkinan menurunnya daya saing. Sebaliknya, harga rendah dapat menyebabkan kerugian, khususnya bila biaya meningkat. Hal ini terutama akan menjadi masalah bagi perusahaan yang baru berdiri. Tujuan akan sangat memengaruhi tingkat harga jual yang akan ditetapkan perusahaan. Adapun tujuan penetapan harga jual:

1. Survival

Bila perusahaan berada dalam kondisi menghadapi persaingan yang sangat gencar, pergeseran keinginan konsumen adanya kapasitas menganggur, maka yang diinginkan perusahaan adalah bagaimana bertahan hidup. Dalam kondisi untuk tetap eksis dalam dunia bisnisnya, maka perusahaan akan menetapkan harga jual sekadar dapat menutupi tetap dan variabel saja.

2. Penetrasi Pasar

Jika perusahaan ingin memperkuat market share dari produk yang dipasarkannya, maka perusahaan akan menetapkan harga jual yang rendah. Dengan kebijakan harga jual yang rendah diharapkan pembeli akan sangat peka terhadap harga, biaya per unit akan semakin kecil seiring dengan semakin meningkatnya penjualan dan akan mendesak pesaing.

3. Maksimumkan Laba dalam Jangka Pendek

Jika perusahaan menetapkan untuk mendapatkan keuntungan setinggi mungkin, maka akan ditetapkan harga jual tinggi.

4. Mendapatkan Uang Secepat Mungkin

Jika perusahaan berada dalam kesulitan keuangan, maka perusahaan akan menetapkan harga jual rendah dengan maksud untuk mendapatkan uang tunai dengan cepat.

5. Keunggulan dalam Kualitas Produk

Suatu perusahaan mungkin bertujuan agar kualitas produk yang dipasarkannya selalu yang terbaik. Untuk itu perlu adanya penelitian dan pengembangan terus-menerus. Langkah selanjutnya dalam penetapan harga jual adalah menentukan permintaan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian besarnya tingkat permintaan untuk produk yang ditawarkan perusahaan dalam cakupan pasar (market share) yang dikuasai pesaing. Di samping itu, perlu pula diperhitungkan pengurangan permintaan produk tersebut. Hal ini untuk mengetahui hubungan antara kebijakan harga dengan tingkat permintaan.

Jika sudah diketahui tujuan dan besarnya kemungkinan permintaan, perlu pula ditaksir besarnya biaya untuk memasarkan sebesar permintaan itu sebelum ditetapkan harga jual. Tentunya harga jual minimal harus dapat menutupi biaya yang dikeluarkan. Setelah kalkulasi harga jual diketahui dengan memperhatikan tujuan, besarnya permintaan, dan biaya, maka sebelum ditetapkan sebagai harga jual, terlebih dahulu memperhatikan tawaran harga dari pesaing. Sebab bila harga yang ditetapkan di bawah harga pesaing kemungkinan besar akan memicu perang harga.

Sebaliknya, jika terlalu tinggi akan menyebabkan menurunnya daya saing perusahaan. Langkah berikutnya dalam menetapkan harga adalah memilih metode yang digunakan. Untuk itu ada beberapa metode yang akan digunakan, antara lain: cost plus pricing, break event, dan target profit pricing, penetapan harga atas dasar nilai yang tergantung dari produk yang dipasarkan,

c. Penyaluran

Keputusan saluran akan memengaruhi dua hal, yaitu jangkauan penjualan dan biaya. Setiap alternatif saluran yang dipilih jelas dipengaruhi unsur-unsur lain yang terdapat dalam bauran pemasaran perusahaan. Misalnya, tujuan yang ingin dicapai, ciri-ciri pasar yang dijadikan sasaran dan karakteristik produk yang ditawarkan. Ada beberapa alternatif yang mungkin dipilih penjual dalam distribusikan produknya kepada konsumen:

1. Manufacturer → Konsumen

2. Manufacturer → Pedagang eceran →Konsumen

3. Manufacturer →Pedagang besar → Pedagang eceran →Konsumen

4. Manufacturer →Agen →Pedagang besar→ Pedagang eceran →Konsumen

Perlu disadari bahwa alternatif manapun yang dipilih saluran distribusi akan menghubungkan arus fisik, hak milik, pembayaran, informasi promosi. Untuk itu sebelum ditetapkan satu alternatif saluran perlu diketahui dan ditetapkan sasaran dan kendalanya, jenis perantara, jumlah antara serta syarat, tanggung jawab dan hak setiap anggota saluran perantara. Penilaian terhadap alternatif saluran didasarkan kriteria ekonomis, efektivitas, dan pengendalian. Tiap alternatif saluran yang dipilih memenuhi kriteria tersebut. Untuk itu perantara yang dipilih sebagai anggota saluran harus diseleksi, dimotifasi secara berkala dievaluasi kembali

d. Promosi

Kebijakan promosi pembauran pemasaran tentu akan lebih berhasil jika apa yang telah diprogram dikomunikasikan dengan cara yang tepat. Mengomunikasikan program perusahaan kepada masyarakat konsumen dapat dilakukan dengan empat variabel:

1. Periklanan

Bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang, dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.

2. Personal selling

Presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan satu calon pembeli atau lebih yang ditujukan untuk menciptakan penjualan.

3. Publisitas

Pendorong permintaan secara non pribadi untuk suatu produk, jasa atau ide dengan menggunakan berita komersial dalam media massa dan sponsor tidak dibebani sejumlah bayaran secara langsung.

4. Promosi penjualan

Kegiatan pemasaran selain personal selling, periklanan, dan publisitas yang mendorong pembelian konsumen dan efektivitas pengecer. Keputusan tentang bauran promosi akan mencakup: penyampaian pesan, penerimaan pesan dari media yang digunakan, tanggapan dan umpan balik serta gangguan. Untuk itu sebelum keputusan bauran promosi ditetapkan, maka perlu terlebih dahulu diidentifikasi khalayak yang dijadikan sasaran, ditentukan tujuan promosi, merancang pesan, menetapkan sasaran promosi dan menyeleksi media yang digunakan. Selanjutnya, pelaksanaan promosi harus terkoordinasi, konsisten, tepat waktu, dan dievaluasi.

Tentunya, kebijaksanaan pemasaran yang disusun perusahaan harus diperhatikan peran atau kondisinya dalam dunia bisnis, yaitu apakah dalam dunia bisnis tergolong perusahaan pemimpin, penantang, pengikut atau menggarap relung pasar. Sebab kondisi perusahaan dalam dunia bisnis akan memengaruhi tantangan yang dihadapi. Misalnya, tantangan yang dihadapi perusahaan yang tergolong pemimpin pasar adalah melindungi pasar yang dikuasai, memperluas pasar, dan mengembangkan market share.

Karena perbedaan permasalahan atau tantangan yang dihadapi berbeda, maka strategi yang digunakan juga bebeda. Jika perusahaan memutuskan untuk memasuki pasar internasional, maka perlu disusun suatu cara yang sistematis mengenai keputusan keikutsertaan tersebut. Hal ini disebabkan pasar internasional mengandung risiko yang tidak sama dibandingkan dengan pasar domestik yang disebabkan kurangnya pengalaman, kebiasaan yang berbeda, hukum yang berbeda, dan lain-lain. Untuk itu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami sistem perdagangan internasional, hukum, politik, lingkungan ekonomi, dan budaya pasar yang dituju. Selanjutnya, ditentukan besarnya penjualan untuk pasar internasional yang didinginkan, negara tujuan, dan pasar yang dituju negara tersebut. Kemudian menentukan cara untuk memasuki pasar yang dituju tersebut.

 

MENGEMBANGKAN INTUISI DENGAN ANALISIS PASAR GRAFIKA

Perusahaan sebaiknya mengetahui dinamika pasar sesuai dengan bidang yang sedang ditekuni sangat sulit produk atau jasa yang kita hasilkan dapat diterima oleh konsumen, jika kebijakan yang dibuat bertentangan dengan kemauan pasar. Perkembangan bisnis percetakan sangatlah cepat, disamping mesin-mesin cetak yang semakin modern, jumlah pesaingnya juga semakin banyak. Drngan munculnya usaha usaha baru di bidang percetakan, kita harus menyikapinya secara hati – hati dan cerdas . hal yang harus diperhatikan, diyakini, dan dijalankan ketika menjalankan sebuah usaha adalah kualitas, kuantitas, waktu dan pelayanan yang maksimal itu merupakan syarat yang tidak bisa ditawar. Komitment itu sebagai landasan untuk mengembangkan usaha agar seluruh komponen yang ada bersinergi untuk mengupayakan sesuatu yang terbaik untuk kelangsungan usaha.

Langkah awal sebagai data, ketika kita akan mengambil sebuah kebijakan yang berorientasi pada pasar, antara lain:

1.       Mengetahui secara umum domisisli/Alamat percetakan yang ada disekitar perusahaan yang mempunyai kualifikasi sama dengan yang dimiliki perusahaan.

2.       Mengetahui secara umum domisisli/Alamat percetakan yang ada disekitar perusahaan yang mempunyai kualifikasi lebih rendah atau lebih tinggi dari perusahaan.

3.       Mengetahui secara umum berapa harga cetak untuk jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan konsumen, misalnya:

a.       Harga cetak per rim folio/kuarto untuk cetakan hitam putih, dicetak dengan menggunakan mesin mini offset.

b.      Harga per pelat untuk cetakan separasi dengan ukuran folio.

c.       Berapa minimal order yang diterapkan oleh kebanyakan percetakan untuk menentukan harga cetak, dan

d.      Harga per print untuk berbagai ukuran mesin cetak.

4.       Menganalisa percetakan-percetakan yang dapat memberi harga cetak murah.

5.       Mengetahui secara umum harga-harga jenis bahan yang digunakan untuk mencetak (tinta, kertas, pelat dsb).

6.       Melakukan kajian secara menyeluruh mengenai sumbe daya yang kita miliki.

7.       Memberi nama perusahaan yang mudah diingat, agar konsumen dapat dengan mudah mengenal dan mengingat institusi kita.

 

STRATEGI PEMASARAN

                Istilah strategi pemasaran dapat dirumuskan sebagai suatu tindakan penyesuaian untuk mengadakan reaksi terhadap situasi lingkungan tertentu (baru dan khas) yang dapat dianggap penting, dimana tindakan penyesuaian tersebut dilakukan secara sadar berdasarkan pertimbangan yang wajar. Perencanaan strategi pemasaran terdiri dari:

1.       Pembagian wewenang kerja serta tanggung jawab masing-masing.

2.       Lokasi kegiatan

3.       Waktu

4.       Pelaksanaan tindakan yang terperinci

 

Strategi marketing –MIX, merupakan suatu strategi yang menyangkut koordinasi antara:

1.        Produk, yakni bagaimana karakteristik dan ciri-ciri suatu produk ditetapkan.

2.       Promotion, yakni bagaimana koordinasi cara-cara promosi digunakan.

3.       Price, yakni bagaimana kebijaksanan penetapan harga diputuskan.

4.       Place, yakni bagaimana cara pendistribusian produk dilaksanakan.

Beberapa cara pendekatan strategi pemasaran

A.       Pendekatan strategi pemasaran yang berhubungan dengan factor-faktor ekstern, pendekatan ini sangat bergantung pada penekanannya.

·         Penekanan pada factor konsumen

·         Penekanan pada struktur persaingan

·         Penekanan pada situasi pasar.

B.      Pendekatan strategi pemasaran yang berhubungan dengan tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan adalah memperoleh laba sebesar besarnya hal ini dapat dilakukan dengan menekan biaya atau dengan memperbesar hasil penjualan (omset).

·         Pendekatan dalam penekan biaya:

1.       Mencoba untuk menerapkan teknik-teknik produksi baru yang akan menghemat biaya.

2.       Menggabungkan beberapa segmen pasar.

·         Pendekatan dengan memperbesar hasil penjualan dapat dillakukan dengan cara memperbesar volume penjualan sedangkan harga tetap tidak diubah.

MENERAPKAN STANDAR KUALITAS

                Persaingan tidak hanya dalam masalah rendahnya harga dan produktivitas melainkan pada kualitas atau mutu. kenyamanan, kemudahan, ketepatan, waktu dan pelayanan. Factor utama yang menentukan bonafiditas suatu perusahaan adalah mutu barang dan jasa yang dihasilkan. Produk atau jasa yang bermutu adalah yang sesuai dengan keinginan konsumen.

                Sedangkan mutu itu sendiri yaitu keseluruhan cirri atau karakteristik produk  atau jasa dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Karena dalam hal ini mutu memiliki dua persefektif  yakni produsen dan konsumen dan apabila keduanya disatukan maka kesesuaian antara keduanya dapat tercapai. Maka dari itu mutu memerlukan proses perbaikan terus-menerus sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap konsumen.

                Untuk menganalisis karakteristik kualitas produk pada industry manufaktur meliputi performance (kesesuaian produk dengan fungsi utama produk), feature (ciri khas produk),  reliability (kepercayaan pelanggan terhadap produk),  conformance (sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang ditetapkan), durability (tingkat keawetan produk), serviceability (kemudahan memperbaiki dan memperoleh komponen produk), aesthetic (daya tarik produk), perception.

Untuk menghasilkan mutu produk terbaik diperlukan pengawasan yang maksimal selama pross produksi sehingga apabila ada kesalahan atau cacat produk masih bisa diperbaiki sebelum proses akhir.

KINERJA PEMASARAN

Pemasaran menurut William J. Stanton (1984) adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Sementara itu, menurut Kotler (2002), konsep pemasaran memberikan ketegasan bahwa kunci mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif bila dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.

Pemasaran harus bertitik tolak dari kebutuhan dan keinginan konsumen dengan memperkirakan sekaligus menentukan kebutuhan dan keinginan konsumen serta penyerahan barang dan jasa yang memuaskan secara efektif dan efisien. Pada era global yang sangat kompetitif pemasaran diibaratkan sebagai denyut jantung bagi kelangsungan perusahaan. Perusahaan tidak hanya dituntut untuk memperlihatkan berapa banyaknya barang yang bisa diproduksi dan kemudian memproduksinya. Agar bisa bertahan di dalam pasar yang peka terhadap perubahan dalam persaingan yang sangat ketat, sebuah perusahaan pertama-tama menentukan “apa yang bisa dijual, berapa banyak yang bisa dijual, dan strategi apa yang harus didayagunakan untuk memikat konsumen”.

Kotler dan Armstrong (2004) menyatakan:

“Pemasaran adalah sebuah proses sosial dan manajerial, yang dengannya individu-individu dan kelompok-kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan, dengan menciptakan dan saling mempertukarkan produk-produk dan nilai satu sama lain”.

Kotler dan Armstrong (2004) menyatakan:

“Pemasaran adalah sebuah proses sosial dan manajerial, yang dengannya individu-individu dan kelompok-kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan, dengan menciptakan dan saling mempertukarkan produk-produk dan nilai satu sama lain”.

 

 

Boyd, Walker, dan Larreche (2000 ) menyatakan:

“Pemasaran adalah suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran”.

Boyd, Walker, dan Larreche (2000 ) menyatakan:

“Pemasaran adalah suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran”.

 

Untuk mencapai tujuan pemasaran sebagaimana konsepsi pemasaran di atas, terlebih dahulu harus dirumuskan ke dalam strategi perusahaan. Adapun strategi didefinisikan sebagai rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu, dan mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan dan lingkungan (Jauch dan Glueck,1988).

Strategi pemasaran terdiri atas lima elemen yang saling terkait. Kelima elemen tersebut menurut Corey (dalam Tjiptono, 1997) sebagai  berikut:

1.    Penelitian pasar.

Penelitian pasar adalah memiliki pasar yang akan dilayani. Keputusan ini didasarkan atas faktor-faktor persepsi terhadap fungsi produk dan pengelompokan teknologi yang dapat diprediksi dan dinominasi, keterbatasan sumber daya internal yang mendorong perlunya pemusatan (fokus) yang lebih sempit. Pengalaman kumulatif yang didasarkan pada trial and error di dalam menggapai peluang dan tantangan kemampuan kursus yang berasal dari akses terhadap sumber daya langka atau pasar yang terproteksi. Penelitian pasar dimulai dengan melakukan segmentasi pasar dan kemudian memilih pasar sasaran yang paling memungkinkan untuk dilayani oleh perusahaan.

2.    Perencanaan produk.

Perencanaan produk meliputi produk spesifik yang dijual, pembentukan diri produk dan desain  penawaran individual pada tiap-tiap diri, produk itu sendiri, menawarkan manfaat total yang dapat diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian. Manfaat tersebut meliputi produk itu sendiri, nama merek produk, ketersediaan produk, jaminan dan garansi, jasa reparasi dan bantu teknis yang disediakan penjualan, serta hubungan personal yang mungkin terbentuk di antara pembeli dan penjual.

3.    Penetapan harga.

Penetapan harga adalah menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif produk kepada pelanggan.

4.    Sistem distribusi.

Sistem distribusi adalah saluran pedagang grosir dan eceran yang melalui produk hingga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya.

5.    Komunikasi pemasaran (promosi).

Komunikasi pemasaran (promosi) meliputi periklanan, personal selling, promosi penjualan, direct marketing, dan public relations.

Sebaliknya, menurut Kotler (1997) strategi pemasaran adalah “sejumlah tindakan yang terintegrasi yang diarahkan untuk mencapai keuntungan kompetitif berkelanjutan”. Dalam konsep pemasaran, volume penjualan yang menguntungkan memang menjadi tujuannya, tetapi laba yang didapat dari volume penjualan itu harus diperoleh melalui kepuasan konsumen (Kotler, 2002).

Menurut Peter Drucker (dalam Agustinus, 1995), mengusulkan lima kriteria untuk penentuan standar pengukuran kinerja perusahaan, yaitu

  1. Posisi pasar.

Penilaian yang nyata terhadap keberhasilan perusahaan adalah mengukur posisi pangsa pasarnya dibandingkan dengan para pesaing. Apakah pangsa pasar telah meningkat atau cenderung menurun?

  1. Kinerja inovasi (divisi riset dan pengembangan).

Bagaimana urutan pengeluaran riset dan pengembangan (sebagai persentase penjualan) dalam industri?

  1. Produktivitas.

Kinerja ini berhubungan dengan “nilai tambah” out-put. Penjualan per karyawan merupakan salah satu ukuran produktivitas.

  1. Likuiditas dan aliran kas (cash flow).

Kriteria aliran kas biasanya lebih baik daripada masalah keuntungan.

  1. Keuntungan/kemampulabaan.

Kriteria ini akan mengukur:

a)      Apakah marjin keuntungan meningkat atau menurun.

b)      Menghitung dan mengukur hasil kinerja yang telah dicapai.

c)       Membandingkan antara standar dengan hasil yang dicapai dan jika melampaui batas toleransi, harus dianalisa penyebab-penyebabnya.

d)      Mengambil tindakan perbaikan jika diperlukan.    

 

ORIENTASI PASAR

Untuk memenangkan persaingan dalam merebut pasar, maka orientasi pasar menjadi aktivitas yang harus dilakukan oleh pelaku usaha. Slater dan Narver (1994) dalam studinya mengenai orientasi pasar mengungkapkan bahwa tujuan perusahaan mengembangkan berbagai strategi pemasaran adalah untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Upaya meraih tingkat kemampulabaan yang wajar, perusahaan akan memusatkan perhatian manajemennya pada upaya mengenali pelanggannya. Sebab filosofi pemasaran menunjukkan bahwa laba dapat diciptakan melalui kepuasan yang dirasakan oleh para pelanggannya.

Studi Slater dan Narver (1995) menyatakan bahwa orientasi pasar, biaya relatif, dan pertumbuhan pasar merupakan komponen yang memberi kontribusi pada peningkatan profitabiltas perusahaan. Munculnya kompleksitas, dinamika, dan intensitas kompetisi lingkungan makro yang meningkat, perusahaan akan terdorong untuk lebih memperkuat basis strateginya dengan konsep-konsep customer focused atau market oriented culture untuk tetap dapat mengakses pasarnya secara menguntungkan (Despande et al., 1993). Adanya perubahan pola persaingan pasar dengan memberikan perhatian terhadap apa yang telah dilakukan oleh pesaingnya, namun juga menaruh perhatiannya terhadap kebutuhan dan keinginan konsumennya (Kotler dan Armstrong, 2004). Mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk, desain produk, harga produk, dan bentuk pelayanan merupakan cara yang tepat untuk dapat memahami kebutuhan dan keinginan konsumennya yang terus mengalami perubahan  (Craven, 1994).

Perhatian yang sama hendaknya dilakukan untuk keperluan investasi riset dan pengembangan. Riset pemasaran akan lebih memfokuskan pada identifikasi peluang-peluang baru, akuisisi teknologi baru serta implementasi hasil inovasi dalam rangka memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen yang dinamis (Boyd, et al, 2000 dan  Zhou, et al, 2005). Pendapat yang hampir sama di kemukakan oleh Wuyts et al. (2004) bahwa komitmen perusahaan terhadap teknologi baru akan mendorong cara-cara inovatif, sehingga dihasilkan produk baru, lini produk baru, produk serupa, yang kesemuanya ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

Perusahaan yang berorientasi pada pasar akan membuat apa yang dapat dijual, terutama yang memfokuskan pada kebutuhan dan keinginan pelanggan serta dapat menciptakan nilai dan kepuasan pelanggan. Kepuasan konsumen menjadi perhatian dalam manajemen pemasaran. Oleh karena itu, penggunaan konsep pemasaran memberikan dasar pemikiran yang logis dalam pencapaian tujuan. Konsep pemasaran harus mencakup:

1. Kebutuhan dan keinginan konsumen sebagai dasar tujuan bisnis.

2. Mengembangkan pendekatan organisasi untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

3. Mencapai tujuan organisasi dengan memberikan kepuasan pada pelanggan.

Dalam mencapai keberhasilan pemasaran, manajemen harus menentukan kebutuhan dan keinginan konsumen sesuai kemampuan yang dimiliki oleh organisasi, mengembangkan usaha pemasaran yang efektif, dan menyusun suatu perencanaan serta pelaksanaan pemasarannya secara rasional (Craven, 1994). Kepuasan konsumen dapat menjadi sumber inspirasi untuk terus melakukan cara-cara inovatif sesuai dengan strategi pemasaran dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen di masa mendatang, melalui penyediaan berbagai produk-produk baru yang mengandung nilai terbaik bagi konsumen (Wuyts, et al, 2004).

Orientasi pasar membutuhkan kepemimpinan manajemen puncak, fokus pada konsumen, memahami tentang pesaing, dan koordinasi yang baik antarfungsi dalam rangka menyediakan kebutuhan dan keinginan konsumen dengan nilai terbaik. Hal ini diperlukan untuk membangun dan menjaga hubungan saling menghargai dengan konsumen (Lamb, et al, 2001). Narver dan Slater (1990) menyatakan bahwa orientasi pasar yang meliputi orientasi pelanggan, orientasi pesaing, dan koordinasi antarfungsi akan mendorong fungsi pemasaran untuk bertanggung jawab dalam memahami dan memelihara berbagai informasi yang terkait dengan konsumen.

Voss dan Voss (2000) menyatakan bahwa orientasi pasar berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan yang fokus pada upaya memberi kepuasan pelanggan akan berusaha menemukan cara yang lebih inovatif dalam menghasilkan produk baru.  Selanjutnya studi Jaworski dan Kohli (1997) dan Im dan Workman (2004) mengemukakan bahwa orientasi pasar akan mendorong perusahaan melakukan cara inovatif dalam menghasilkan produk baru sebagai reaksi atas kebijakan pasar, diperolehnya pengetahuan baru guna merespon kebutuhan, dan keinginan konsumen (kebutuhan pasar) yang terus berkembang secara dinamis.

Keberhasilan perusahaan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang disertai rasa kepuasan, akan menempatkan perusahaan pada posisi yang terbaik bila dibanding dengan pesaingnya. Orientasi pasar tidak lepas dari upaya manajemen untuk menyajikan nilai yang terbaik, memberi dan menjaga kepuasan konsumen serta membangun hubungan relasi jangka panjang dengan konsumennya (Lamb et al., 2001).

 

Konsep Orientasi Pasar

Menurut Narver dan Slater (1990); Han et al. (1998); Noble et al. (2002);  Zhou et al. (2005) mengemukakan bahwa konsep dari orientasi pasar terdiri dari: orientasi pelanggan, orientasi pesaing, dan koordinasi antarfungsi. Konsep-konsep ini menggambarkan suatu evolusi strategi pemasaran dengan memfokuskan perhatiannya bukan hanya pada satu sisi orientasi saja tetapi selalu menyeimbangkan antara orientasi pelanggan dan  orientasi  pesaing. Dua konsep ini diperlukan untuk menciptakan kepuasan pelanggan dan memperoleh kinerja perusahaan yang lebih baik (Kotler dan Armstrong, 2004).

 

Menurut Narver dan Slater (1990); Han et al. (1998); Noble et al. (2002);  Zhou et al. (2005) mengemukakan bahwa konsep dari orientasi pasar terdiri dari: orientasi pelanggan, orientasi pesaing, dan koordinasi antarfungsi.

 

Studi Narver dan Slater (1990), menyatakan bahwa  orientasi pelanggan, orientasi pesaing, dan koordinasi antarfungsi mempunyai tingkat kepentingan (derajad urgensi) yang sama. Oleh karena itu, konsepsi orientasi pasar dapat digambarkan dalam sebuah segitiga sama sisi (equilateral triangle) sebagaimana yang disajikan pada Gambar 2.8 mengenai orientasi pasar. Pada gambar tersebut menunjukkan bahwa kinerja perusahaan (profitability and long-term focus) dapat dihasilkan melalui perumusan berikut:

1. Customer orientation

Pemahaman yang cukup terhadap pembeli sasaran;

2. Competitor orientation

Seorang penjual harus memahami kekuatan dan kelemahan saat ini maupun kapabilitas dan strategi jangka panjang pesaing-pesaing yang ada serta pesaing-pesaing potensial.

1.       Inter-functional coordination

Utilisasi sumber daya perusahaan yang terkoordinasi melalui semua bagian yang ada di dalam organisasi untuk menciptakan “superior value”  bagi pelanggan sasaran.

 

 

Evolusi strategi pemasaran dapat dipandang sebagai filosofi persaingan yang secara kuat memengaruhi suatu aktivitas pemasaran organisasi. Menurut Lamb et al. (2001) filosofi persaingan dapat dikembangkan melalui empat tahap evolusi orientasi:

1.       Orientasi produksi

Suatu filosofi yang berfokus pada kemampuan internal perusahaan yang melebihi dari keinginan dan kebutuhan pasar. Orientasi produksi menjadi keliru karena tidak mempertimbangkan apakah produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan produk yang paling efisien serta cocok dengan kebutuhan pasar, sementara itu konsumen menjadi target pasar yang akan dilayaninya.

2.       Orientasi penjualan

Didasarkan pada suatu filosofi bahwa orang membeli barang atau jasa. Perusahaan menggunakan teknik penjualan yang agresif dan penjualan yang tinggi akan mendatangkan keuntungan yang tinggi pula. Orientasi penjualan menjadi tidak tepat, karena tidak mempertimbangkan kualitas tenaga penjualnya, sangat sulit meyakinkan orang untuk membeli produknya, seringkali produk yang mereka tawarkan tidak sesuai dengan harapan dan keinginnan konsumennya.

3.       Orientasi pasar

Didasarkan pada suatu filosofi bahwa suatu penjualan tidak tergantung pada penjualan yang agresif, tetapi lebih pada keputusan konsumen untuk membeli produk. Orientasi pasar lebih diarahkan untuk memahami pesaing, fokus pada konsumen, koordinasi antarfungsi dalam rangka memberikan nilai yang terbaik.

4.       Orientasi sosial

Didasarkan pada filosofi bahwa suatu organisasi itu ada, tidak hanya untuk memuaskan kebutuhan yang diinginkan konsumen dan memenuhi tujuan organisasi, tetapi juga untuk melindungi kepentingan yang terbaik atas indivindu dan masyarakat dalam jangka panjang.

Lamb et al. (2001) juga mengemukakan bahwa orientasi pasar sebagai suatu konsep pemasaran meliputi tiga hal:

1. Fokus pada kemauan dan keinginan konsumen, sehingga organisasi dapat membedakan produknya dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.

2. Mengintegrasikan  seluruh aktivitas organisasi termasuk di dalamnya produksi untuk memuaskan kebutuhan konsumen.

3. Pencapaian tujuan jangka panjang organisasi dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen secara hukum, serta bertanggung jawab atas semua kebijakan tentang konsumennya.

Jaworski dan Kohli (1997) mengemukakan bahwa konsep orientasi pasar pada dasarnya meliputi tiga elemen, yaitu intelejen pasar untuk menghasilkan berbagai macam informasi pasar yang sesuai; diseminasi informasi diarahkan kepada seluruh bagian dalam perusahaan untuk memperoleh sinergi strategi; serta respon atas intelijen pasar yang datang dari semua bagian dalam bentuk strategi pemasaran yang sesuai dengan lingkungan pasar yang ada. Pemikiran ini tidak hanya untuk memahami secara mendalam mengenai pelanggan, tetapi juga memahami secara mendalam mengenai pesaingnya.

Ditinjau dari strategi pemasaran, konsep orientasi pasar tersebut meliputi: kebutuhan konsumen, informasi aktivitas pesaing, koordinasi antarfungsi. Konsep tersebut mencerminkan aktivitas pemasaran untuk menciptakan nilai pelanggan (customer value) dan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Informasi mengenai pesaing menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan, mengingat munculnya alterantif-alternatif pilihan produk yang tersedia di pasar merupakan hasil implementasi berbagai strategi yang dilakukan oleh pesaing kita. Perusahaan harus meyakinkan bahwa strategi yang sedang dikembangkan tidak boleh didahului oleh pesaing yang menghadirkan cara-cara baru dan lebih baik dalam menyediakan kebutuhan dan keinginan para konsumennya (Lukas dan Ferrel, 2000; McCarthty dan Parreault,1996; dan  Zhou et al, 2005).

Menurut  Sudirman (2003) terdapat beberapa kelemahan orientasi pasar untuk pencapaian tujuan organisasi melalui penyajian nilai unggul bagi pelanggan  dan penciptaan keunggulan berdaya saing berkelanjutan. Kelemahan-kelemahan tersebut antara lain:

1. Pelanggan tidak selalu menyadari kebutuhannya, terutama kebutuhan di waktu yang akan datang sehingga perusahaan perlu mengarahkannya sebelum perusahaan lain melakukannya. Gibson, et al, (1997) dalam studinya menyatakan bahwa perusahaan yang akan menjadi pemenang adalah mereka yang berada di depan kurva perubahan.

2. Meskipun kebutuhan tersebut dapat diidentifikasi oleh pelanggan, mereka sendiri tidak mampu menentukan cara terbaik untuk memenuhinya (Gabel, 1995).

Dua kondisi tersebut mengimplikasikan bahwa orientasi pelanggan tidak akan menghasilkan suatu inovasi yang mampu membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya, sehingga mengurangi keunggulan bersaing berkelanjutan.

3. Pandangan tersebut diperkuat oleh Hammel dan Prahalad (1994) yang menganggap pelanggan sebagai orang yang kurang wawasan. Oleh karena itu, orientasi pelanggan merupakan tirani bagi konsep orientasi pasar.

Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, Sudirman (2003) mengajukan pembelajaran pelanggan sebagai komponen suplemen terhadap konsep orientasi pasar agar mampu menghasilkan efek sinergis yang menjadikan operasionalisasi konsep tersebut lebih efektif. Penambahan komponen pembelajaran pelanggan sebagai suplemen konsep orientasi pasar terinspirasi dari dan sekaligus merupakan hasil sintesa dari dua pendekatan terhadap orientasi pasar, yaitu market driven dan driving market, teori pembelajaran, dan persepsi sebagai penggerak perilaku. Namun demikian, konteks driving market yang dimaksudkan penulis berbeda dengan konteks dari Jaworski, et al, (2000) yang merupakan para inisiator kedua pendekatan tersebut. Pendekatan driving market yang dimaksudkan Jaworski, et al, (2000) adalah upaya merestrukturisasi pasar dengan tujuan meningkatkan posisi persaingan perusahaan.

Berpedoman pada Noble et al. (2002); Lamb et al. (2001);  Narver dan Slater (1990); Han et al. (1998),  Sudirman (2003), bahwa orientasi pasar adalah suatu konsep multidimensional yang dapat dirumuskan melalui konsep: orientasi pelanggan, orientasi pesaing, koordinasi antarfungsi, dan pembelajaran pada pelanggan.

Orientasi pasar adalah suatu konsep multidimensional yang dapat dirumuskan melalui konsep: orientasi pelanggan, orientasi pesaing, koordinasi antarfungsi, dan pembelajaran pada pelanggan (Noble et al., 2002; Lamb et al., 2001;  Narver dan Slater, 1990; Han et al.,1998; Sudirman, 2003.

 

 

 

 

 

 

 

*IMAS SITI MASFUFAH

 

 

SUMBER REFERENSI:

Teknik Grafika dan Industri Grafika jilid 2 untuk SMK oleh/Antonius Bowo Wasono, Romlan, Sujinarto: Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Anoraga, Pandji. 2007. Pengantar Bisnis: Pengelolaan Bisnis dalam Era Globalisasi. Jakarta:

        Rineka Cipta

Widiana, Dra. Muslichah Erma. 2010. Dasar-Dasar Pemasaran. Bandung: Karya Putra Darwati

Subroto, Budiarto. Pemasaran Industri

http://kanghae.com/menejemen-pemasaran/konsep-dasar-pemasaran-abad-21

Proses Pemasaran dalam Perencanaan Strategis Berorientasi Pasar oleh: SIKKI MULYADI

Aside 4 Mar

Proses Pemasaran dalam Perencanaan Strategis Berorientasi Pasar.

1.Perusahaan Akan Menentukan Visi (Tujuan).

Sebagai sebuah perushaan yang berorientasi pasar tentu saja Perusahaan harus menentukan Visi (Tujuan) dari perusahaan tersebut, hal ini dilakukan agar perusahaan punya tujuan yang jelas dan dapat dengan mudah mencapai tujuan tersebut. Biasanya tujuan atau orientasi dari Perusahaan ini akan lebih pada ingin melayani kebutuhan atau keinginan pelanggan (customer)nya daripada sekedar memproduksi barang atau jasa kemudian menjualnya.

2.Menentukan Misi dari Masing-masing SBU ( Strategic Business Unit )

Langkah ini dilakukan adalah bertujuan agar dari masing-masing Unit Perusahaan dapat menentukan kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan atau dilakasanakan mengenai siapa calon pembelinya (customernya), produk apa yang akan dproduksi, beberapa kuantitasnya dan lain-lain.

Hal-hal yang Menyangkut Isi dari Rencana Pemasaran dari Suatu Perusahaan.

Ada beberapa hal langkah yang harus direncanakan dan dilaksanakan dalam proses pemasaran suatu perusahaan yaitu antara lain: Mind share (strategic), Market Share (Tactic), Heart Share (Value) dan Soul Share (Generous), secara lebih detail bias dilihat sebagai berikut :

1.Mind Share (Strategic), hal ini tercakup dalam sebuah strategi yang didalamnya terdapat proses Segmenting, Targeting dan Positioning.

a.Segmentation (Pemetaan)

Segmentasion adalah suatu cara dalam membagi pasar berdasarkan variabel-variabel tertentu seperti geografi, demografi, psikologi, perilaku dan bahkan sampai pada variabel terkecil yaitu individu.

b.Targeting

Targeting adalah proses pemilihan target dan mencocokkan reaksi pasar dengan kebutuhan dasar, kemampuan daya beli dan keterbatasan yang dimiliki.

c.Positioning

Positioning adalah bagaimana menempatkan sebuah produk ke dalam benak customer secara luas, sehingga akan tertanam dalam benak pasar bahwa perusahaan kita adalah definisi dari kategori produk yang kita jual. Bukan bagaimana posisi produk kita di pasar, melainkan bagaimana produk kita selalu diingat oleh pelanggan.

2.Market Share (Tactic) atau yang sering kita kenal dengan pangsa pasar adalah persentase dari keseluruhan pasar untuk sebuah kategori produk atau servis yang telah dipilih dan dikuasai oleh satu atau lebih produk atau service tertentu yang dikeluarkan sebuah perusahaan dalam kategori yang sama. Dalam hal ini diperlukan beberapa taktik untuk mendukung strategi yang digunakan untuk merebut pangsa pasar yaitu: Pembedaan (Differentiation), Bauran Pemasaran (Marketing Mix), Penjualan (Selling).

a.Diferensiasi (Differentiation)

Diferensiasi adalah sebuah pembeda atau bagaimana caranya agar menjadi berbeda dengan produk atau perusahaan lain.

b.Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Bauran Pemasaran adalah sebuah tingkatan yang menggabungkan elemen penting pemasaran benda atau jasa, seperti keunggulan produk, penetapan harga, pengemasan produk, periklanan, persediaan barang, distribusi dan anggaran pemasaran, dalam usaha memasarkan sebuah produk atau jasa.

c.Penjualan (Selling)

Selling atau penjualan adalah sebuah teknik dalam membujuk atau meyakinkan konsumen bahwa dalam produk yang dijual terdapat solusi atau keuntungan yang lebih bagi pelanggan.

3.Heart Share (Value), adalah sebuah strategi untuk memenangkan pasar dengan jalan memberikan nilai lebih kepada pelanggan dengan jalan memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka. Untuk memenangkannya kita dapat menggunakan beberapa cara seperti berikut : Branding (Penamaan), Process (Proses) dan Service (Pelayanan).

a.Branding (Penamaan)

Branding merupakan suatu langkah dalam memberikan identitas kepada produk atau jasa yang kita jual, atau yang sering kita kenal istilah merk. Tujuan pemberian merk ini adalah pelanggan dapat dengan mudah membedakan produk yang kita jual di pasar dengan produk-produk lain.

b.Process (Proses)

Proses dapat didefinisikan sebagai penganalisisan peluang pasar, pengembangan strategi marketing, perencanaan langkah-langkah marketing yang akan dilakukan dan memaksimalkan usaha marketing berdasarkan langkah yang telah ada.

c.Service (Pelayanan)

Service (Pelayanan) merupakan hal yang paling mendasar yang dijual oleh para pengusaha baik pengusaha barang, terlebih lagi pengusaha jasa karena tidak ada satu bisnispun di dunia ini yang tidak menggunakan pelayanan.

4.Soul Share (Generous) adalah salah strategis yang dilakukan melalui sebuah sikap murah hati, hal ini dilakukan untuk tujuan agar para pelanggan setia atau loyal kepada kita. Ada beberapa cara untuk mencapai tujuan agar pelanggan menjadi loyal yaitu antara lain :

 

a.Jujur

Sikap jujur adalah kunci utama dari kepercayaan pelanggan. Kepercayaan bukanlah sesuatu yang diciptakan. Tetapi kepercayaan adalah sesuatu yang dilahirkan. Jadi sikap jujur adalah ini dari nilai tambah dan pengalaman lebih yang akan ditawarkan. Sebaik apapun value yang coba kita tawarkan pada pelanggan apabila kita tidak bersikap jujur maka semuanya akan sia-sia.

b.Profesional

Seiring dengan sikap jujur tadi, maka juga sangat penting juga sebuah sikap profesional dalam bekerja. Karena sikap profesional ini akan menjauhkan kita dari sikap malas, tidak mau berusah keras dan hanya menerima tanpa ada usaha untuk menuju ke arah yang lebih baik.

c.Silaturrahim

Silaturrahim pada dasarnya adalah formula untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, lingkungan, makhluk hidup yang lain, dan tentu saja dengan Tuhan. Dengan silaturrahim, kita melakukan suatu hubungan atas dasar kasih sayang. Silaturrahim adalah kunci dalam melakukan usaha sebagai sarana untuk menuju sumber daya yang tidak terbatas (unlimited resources). Karena dengan silaturrahim, kita akan mampu membentuk komunikasi dua arah dan pada akhirnya akan mampu mengetahui dan memahami apa-apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

d.Murah hati

Murah hati merupakan sebuah sikap saling mengerti antara pengusaha dengan pelanggannya agar tercipta hubungan yang baik dan saling menguntungkan diantara kedua belah pihak.

 

Cara Memenangkan Pasar :

Amati pasar dan kenali pesaing

Ciptakan produk yang berbeda

Tampilkan keunggulan produk 

Amati dan pelajari kelebihan dan kelemahan pesaing

Tawarkan harga yang bersaing

Adakan event untuk mempromosikan produk 

 

Perencanaan Strategis Yang Berorientasi Pasar adalah proses manajerial untuk  mengembangkan dan menjaga agar tujuan, keahlian dan sumber daya organisasi sesuai dengan peluang pasar yang terus berubah. Tujuan Perencanaan Strategis adalah untuk membentuk dan menyempurnakan usaha bisnis dan produk perusahaan sehingga memenuhi target laba dan pertumbuhan.

1.Proses Perencanaan Dalam Strategis Berorientasi Pasar :

Perusahaan akan menentukan visi (Tujuan) dan menentukan misi dari masing-masing SBU

(Strategic Business Unit).

2.Rencana pemasaran dilaksanakan pada dua tingkat :

Rencana Pemasaran Strategis

Mengembangkan tujuan dan strategi pemasaran yang luas berdasarkan analisis situasi dan

peluang pasar saat ini.

Rencana Pemasaran Taktis

Menggariskan taktik pemasaran yang spesifik, yang terdiri dari periklanan, penjualan, penetapan harga, saluran distribusi dan pelayanan.

Pemasaran menurut Kotler, adalah penting untuk melakukan apa yang secara strategis benar daripada apa yang mampu menghasilkan laba dengan segera.

Bersaing dipasar global merupakan komitmen untuk menciptakan dan mempertahankan

kepuasan pelanggan serta mengetahui bagaimana caranya untuk menyesuaikan diri dengan pasar yang terus menerus berubah.

Pernyataan misi yang baik memiliki tiga kharakteristik utama :

1.Menekankan pada sasaran-sasaran yang terbatas jumlahnya.

2.Menekankan pada kebijakan dan nilai utama yang ingin ditaati oleh perusahaan.

3.Mendefinisikan lingkup persaingan utama tempat perusahaan akan beroperasi :

Lingkup Industri

Lingkup produk dan aplikasi

Lingkup kompetensi

Lingkup segmen pasar

Lingkup vertical

STRATEGI PEMASARAN         

Strategi pemasaran menurut Kotler (1997) adalah sejumlah tindakan terintegrasi yang diarahkan untuk mencapai keuntungan kompetitif yang berkelanjutan. Sedangkan strategi pemasaran menurut Zikmund dan D’Amico (1989):

 

Marketing strategy includes the identification and evaluation of opportunities, analysis of market segments, selection of a target market or of target markets, and planning an appropriate marketing mix.

 

Zikmund dan D’Amico menegaskan ada tiga langkah utama dalam pengembangan strategi pemasaran, yaitu mengidentifikasi dan menilai peluang, menganalisis segmen-segmen pasar dan memilih pasar sasaran, merencanakan strategi bauran pemasaran yang akan memuaskan kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan sesuai dengan tujuan organisasi.

 

Zikmund dan D’Amico menegaskan ada tiga langkah utama dalam pengembangan strategi pemasaran, yaitu mengidentifikasi dan menilai peluang, menganalisis segmen-segmen pasar dan memilih pasar sasaran, merencanakan strategi bauran pemasaran yang akan memuaskan kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan sesuai dengan tujuan organisasi.

 

 

Menurut McCarthy et al (1990) setiap langkah yang dilakukan dalam memformulasikan strategi pemasaran harus diorientasikan pada upaya mencapai kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan merupakan kunci utama dari konsep pemasaran dan strategi pemasaran. Ini berarti bahwa proses yang ditempuh oleh setiap pihak boleh jadi bermacam-macam sesuai dengan kesanggupan dan karakteristik masing-masing, tetapi tujuan akhirnya tetap bermuara pada tercapainya kepuasan konsumen atau consumer satisfaction.

Menurut Cravens (1994) dalam menganalisis segmen pasar dan memilih pasar sasaran, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk menentukan strategi penempatan pasar (positioning strategy). Maksudnya, dalam langkah kedua tersebut pihak perusahaan harus menentukan posisi produknya di pasaran; bagaimana produk dan atau merek yang ia ciptakan akan dipersepsikan dan diposisikan oleh para konsumen.

Inti pemasaran strategis modern terdiri atas tiga langkah pokok, yaitu segmentasi, penentuan pasar sasaran, dan penetapan posisi. Ketiga langkah ini sering disebut STP (segmenting, targetting, positioning) (Kotler dan Amstrong, 2004). Langkah pertama adalah segmentasi pasar, yakni mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah yang membutuhkan produk dan/atau bauran pemasaran tersendiri. Langkah kedua adalah penentuan pasar sasaran, yaitu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki maupun dilayani. Langkah ketiga adalah penetapan posisi, yaitu tindakan membangun dan mengomunikasikan manfaat produk yang istimewa dari produk di dalam pasar.

Target Pasar

Tugas manajemen pemasaran bukan hanya terbatas bagaimana menjual produk perusahaan sebanyak mungkin (semaksimal mungkin). Lebih dari itu, adalah bagaimana menjual produk perusahaan semaksimal mungkin dengan diiringi cara pelayanan yang baik. Hal ini berguna dalam mengantisipasi faktor jangka panjang, yaitu dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pelanggan yang pada akhirnya dapat mempertahankan serta meningkatkan faktor penjualan. Dalam menunjang hal tersebut memberikan pelayanan yang baik kepada para pelanggan dan konsumen sangatlah diperlukan. Namun, bukan suatu hal yang mudah untuk melaksanakannya dikarenakan adanya faktor heterogenitas pada konsumen. Hal ini terdiri dari sudut keinginan yang berbeda, kemampuan untuk membeli produk, domisili, jumlah (kuantitas), dan faktor lainnya. Di pihak lain, perusahaan mempunyai keterbatasan dalam kemampuan, sehingga tidak memungkinkan untuk melayani kebutuhan semua konsumen dengan baik dan akurat.

Keinginan untuk dapat memberikan yang terbaik pada pelanggan, perlu ditindaklanjuti dengan berbagai upaya. Oleh karena itu, di antara konsumen yang berjumlah banyak dan beraneka ragam perlu dipilih sebagian untuk dijadikan target pasar. Pemilihan sebagian di antara konsumen untuk diputuskan sebagai kelompok yang ingin dilayani perusahaan dengan sebaik-baiknya, harus didasarkan pada sumber daya perusahaan sehingga dapat didayagunakan secara maksimal. Kegiatan pemasaran harus dilaksanakan secara efisien dan efektif yang memungkinkan pelanggan dapat dilayani dengan baik. Tujuan akhir berupa tercapainya peningkatan volume penjualan dan penghematan biaya perusahaan.

Untuk menentukan konsumen yang akan dijadikan target pasar, maka pasar yang ada perlu dibagi atas beberapa segmen tertentu. Hal ini disebabkan bahwa di setiap pasar konsumen mempunyai kebutuhan yang berbeda, pola pembelian, dan pendapatan yang berbeda serta tanggapan yang tidak sama untuk setiap kebijaksanaan pemasaran yang diterapkan. Pada dasarnya segmentasi pasar dapat dilakukan atas dasar:

  1. Faktor demografi: umur, kepadatan penduduk, jenis kelamin; agama, pendidikan, tingkat penghasilan, dan sebagainya.
  2. Faktor sosiologis: kelompok budaya, kelas-kelas sosial, dan sebagainya.
  3. Faktor psikologis/psikografis: kepribadian, sikap, manfaat produk yang diinginkan, dan sebagainya.

Atas dasar segmentasi pasar ini akan dapat ditetapkan segmen pasar tertentu yang akan dijadikan sebagai target pasar perusahaan. Kegiatan segmentasi pasar akan berhasil dengan baik jika berlaku hal-hal sebagai berikut:

1. Secara kuantitatif informasi mengenai karakteristik konsumen mungkin diperoleh.

2. Cukup menguntungkan bagi perusahaan dari segmen pasar yang dipilih.

3. Sedapat mungkin perusahaan dapat memusatkan program pemasaran pada segmen pasar yang dipilih.

Dalam upaya memutuskan memasuki suatu pasar, ada beberapa kemungkinan strategi yang bisa diterapkan perusahaan:

a. Undifferentiated Marketing

Suatu strategi pemasaran dengan memasarkan satu jenis produk untuk semua pembeli. Dalam strategi ini yang dianggap penting adalah kesamaan kebutuhan setiap pembeli, bukan pada perbedaannya. Oleh karena itu, kebijakan pemasaran dirancang untuk penjualan massal. Seiring dengan penjualan yang terus meningkat itu, maka biaya pemasaran dan operasi akan menurun. Itu berarti ditunjukkan pada segmen pasar yang paling luas. Jika perusahaan lain menggunakan cara serupa dalam menguasai pasar, maka akan terjadi persaingan sangat keras.

b. Differentiated Marketing

Suatu strategi dalam memasuki pasar dengan memilih pasar tertentu sebagai target dan berusaha untuk melayani kebutuhan pasar tersebut dengan sebaik mungkin. Dengan cara ini perusahaan memungkinkan untuk mendesain program pemasaran secara lebih terarah. Dengan cara ini diharapkan penjualan akan meningkat dan posisi perusahaan di segmen yang dipilih semakin kokoh. Tentu cara ini juga mempunyai efek negatif, yaitu semakin meningkatnya biaya.

c. Concentrated Marketing

Dengan cara ini perusahaan berusaha melayani pasar yang terkonsentrasi. Untuk itu dipilih satu segmen pasar yang akan dilayani kebutuhannya secara baik. Hal ini mengingat terbatasnya kemampuan perusahaan. Dengan terkonsentrasinya sumber daya diharapkan pelaksanaan kegiatan pemasaran akan lebih terarah untuk menghasilkan volume yang terus berkembang.

Strategi Bauran Pemasaran 

Keberhasilan strategi pemasaran dapat dilihat melalui volume penjualan, cakupan pasar (market share), kepuasan pelanggan terus meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan laba perusahaan. Strategi pemasaran disusun dengan memanfaatkan setiap peluang pasar yang ada sehingga dilakukan strategi bauran pemasaran.

Kotler dan Amstrong (2004) mendefinisikan bauran pemasaran adalah serangkaian variabel yang dapat dikontrol dan tingkat variabel yang digunakan oleh perusahaan untuk memengaruhi pembeli atau pasar yang menjadi sasaran.

 

Kotler dan Amstrong (2004) mendefinisikan bauran pemasaran adalah serangkaian variabel yang dapat dikontrol dan tingkat variabel yang digunakan oleh perusahaan untuk memengaruhi pembeli atau pasar yang menjadi sasaran

 

Beberapa variabel yang dapat digunakan untuk mempengaruhi tanggapan pembeli antara lain:

a. Produk-produk yang ditawarkan

Produk-produk yang ditawarkan harus dapat memuaskan keinginan konsumen. Produk di sini tidak hanya terbatas wujud fisik, tetapi juga kualitas model dan apa saja yang dapat memuaskan keinginan konsumen. Produk-produk tersebut harus selalu dievaluasi. Hal ini dimaksudkan agar dapat diciptakan perlakuan yang benar dan seimbang untuk setiap lini produk, yaitu memberikan dukungan penuh bagi produk berprospek cerah atau menghilangkan produk yang lemah di pasar. Keputusan lain mengenai kebijakan produk yang perlu diperhatikan adalah mengenai model, merek, label, dan kemasan.

Untuk itu, ada beberapa kemungkinan, misalnya membuat model tertentu sebagai ciri sebagian atau seluruh produk yang dipasarkan perusahaan. Membuat merek yang berlainan untuk produk yang sama pada setiap produk yang ditawarkan serta membuat merek tersendiri untuk setiap jenis produk. Strategi kemasan hendaknya diarahkan untuk terciptanya manfaat tambahan, misalnya menambah ketahanan perlindungan kualitas, mempunyai efek promosi, dan lain-lain. Sedangkan keputusan mengenai label hendaknya memperjelas informasi kepada konsumen, mempunyai efek promosi, dan lain-lain.

b. Harga jual

Keputusan tentang harga jual mempunyai implikasi yang cukup luas pada perusahaan maupun konsumen. Harga yang terlalu tinggi dapat menimbulkan kemungkinan menurunnya daya saing. Sebaliknya, harga rendah dapat menyebabkan kerugian, khususnya bila biaya meningkat. Hal ini terutama akan menjadi masalah bagi perusahaan yang baru berdiri. Tujuan akan sangat memengaruhi tingkat harga jual yang akan ditetapkan perusahaan. Adapun tujuan penetapan harga jual:

1. Survival

Bila perusahaan berada dalam kondisi menghadapi persaingan yang sangat gencar, pergeseran keinginan konsumen adanya kapasitas menganggur, maka yang diinginkan perusahaan adalah bagaimana bertahan hidup. Dalam kondisi untuk tetap eksis dalam dunia bisnisnya, maka perusahaan akan menetapkan harga jual sekadar dapat menutupi tetap dan variabel saja.

2. Penetrasi Pasar

Jika perusahaan ingin memperkuat market share dari produk yang dipasarkannya, maka perusahaan akan menetapkan harga jual yang rendah. Dengan kebijakan harga jual yang rendah diharapkan pembeli akan sangat peka terhadap harga, biaya per unit akan semakin kecil seiring dengan semakin meningkatnya penjualan dan akan mendesak pesaing.

3. Maksimumkan Laba dalam Jangka Pendek

Jika perusahaan menetapkan untuk mendapatkan keuntungan setinggi mungkin, maka akan ditetapkan harga jual tinggi.

4. Mendapatkan Uang Secepat Mungkin

Jika perusahaan berada dalam kesulitan keuangan, maka perusahaan akan menetapkan harga jual rendah dengan maksud untuk mendapatkan uang tunai dengan cepat.

5. Keunggulan dalam Kualitas Produk

Suatu perusahaan mungkin bertujuan agar kualitas produk yang dipasarkannya selalu yang terbaik. Untuk itu perlu adanya penelitian dan pengembangan terus-menerus. Langkah selanjutnya dalam penetapan harga jual adalah menentukan permintaan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian besarnya tingkat permintaan untuk produk yang ditawarkan perusahaan dalam cakupan pasar (market share) yang dikuasai pesaing. Di samping itu, perlu pula diperhitungkan pengurangan permintaan produk tersebut. Hal ini untuk mengetahui hubungan antara kebijakan harga dengan tingkat permintaan.

Jika sudah diketahui tujuan dan besarnya kemungkinan permintaan, perlu pula ditaksir besarnya biaya untuk memasarkan sebesar permintaan itu sebelum ditetapkan harga jual. Tentunya harga jual minimal harus dapat menutupi biaya yang dikeluarkan. Setelah kalkulasi harga jual diketahui dengan memperhatikan tujuan, besarnya permintaan, dan biaya, maka sebelum ditetapkan sebagai harga jual, terlebih dahulu memperhatikan tawaran harga dari pesaing. Sebab bila harga yang ditetapkan di bawah harga pesaing kemungkinan besar akan memicu perang harga.

Sebaliknya, jika terlalu tinggi akan menyebabkan menurunnya daya saing perusahaan. Langkah berikutnya dalam menetapkan harga adalah memilih metode yang digunakan. Untuk itu ada beberapa metode yang akan digunakan, antara lain: cost plus pricing, break event, dan target profit pricing, penetapan harga atas dasar nilai yang tergantung dari produk yang dipasarkan,

c. Penyaluran

Keputusan saluran akan memengaruhi dua hal, yaitu jangkauan penjualan dan biaya. Setiap alternatif saluran yang dipilih jelas dipengaruhi unsur-unsur lain yang terdapat dalam bauran pemasaran perusahaan. Misalnya, tujuan yang ingin dicapai, ciri-ciri pasar yang dijadikan sasaran dan karakteristik produk yang ditawarkan. Ada beberapa alternatif yang mungkin dipilih penjual dalam distribusikan produknya kepada konsumen:

1. Manufacturer → Konsumen

2. Manufacturer → Pedagang eceran →Konsumen

3. Manufacturer →Pedagang besar → Pedagang eceran →Konsumen

4. Manufacturer →Agen →Pedagang besar→ Pedagang eceran →Konsumen

Perlu disadari bahwa alternatif manapun yang dipilih saluran distribusi akan menghubungkan arus fisik, hak milik, pembayaran, informasi promosi. Untuk itu sebelum ditetapkan satu alternatif saluran perlu diketahui dan ditetapkan sasaran dan kendalanya, jenis perantara, jumlah antara serta syarat, tanggung jawab dan hak setiap anggota saluran perantara. Penilaian terhadap alternatif saluran didasarkan kriteria ekonomis, efektivitas, dan pengendalian. Tiap alternatif saluran yang dipilih memenuhi kriteria tersebut. Untuk itu perantara yang dipilih sebagai anggota saluran harus diseleksi, dimotifasi secara berkala dievaluasi kembali

d. Promosi

Kebijakan promosi pembauran pemasaran tentu akan lebih berhasil jika apa yang telah diprogram dikomunikasikan dengan cara yang tepat. Mengomunikasikan program perusahaan kepada masyarakat konsumen dapat dilakukan dengan empat variabel:

1. Periklanan

Bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang, dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.

2. Personal selling

Presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan satu calon pembeli atau lebih yang ditujukan untuk menciptakan penjualan.

3. Publisitas

Pendorong permintaan secara non pribadi untuk suatu produk, jasa atau ide dengan menggunakan berita komersial dalam media massa dan sponsor tidak dibebani sejumlah bayaran secara langsung.

4. Promosi penjualan

Kegiatan pemasaran selain personal selling, periklanan, dan publisitas yang mendorong pembelian konsumen dan efektivitas pengecer. Keputusan tentang bauran promosi akan mencakup: penyampaian pesan, penerimaan pesan dari media yang digunakan, tanggapan dan umpan balik serta gangguan. Untuk itu sebelum keputusan bauran promosi ditetapkan, maka perlu terlebih dahulu diidentifikasi khalayak yang dijadikan sasaran, ditentukan tujuan promosi, merancang pesan, menetapkan sasaran promosi dan menyeleksi media yang digunakan. Selanjutnya, pelaksanaan promosi harus terkoordinasi, konsisten, tepat waktu, dan dievaluasi.

Tentunya, kebijaksanaan pemasaran yang disusun perusahaan harus diperhatikan peran atau kondisinya dalam dunia bisnis, yaitu apakah dalam dunia bisnis tergolong perusahaan pemimpin, penantang, pengikut atau menggarap relung pasar. Sebab kondisi perusahaan dalam dunia bisnis akan memengaruhi tantangan yang dihadapi. Misalnya, tantangan yang dihadapi perusahaan yang tergolong pemimpin pasar adalah melindungi pasar yang dikuasai, memperluas pasar, dan mengembangkan market share.

Karena perbedaan permasalahan atau tantangan yang dihadapi berbeda, maka strategi yang digunakan juga bebeda. Jika perusahaan memutuskan untuk memasuki pasar internasional, maka perlu disusun suatu cara yang sistematis mengenai keputusan keikutsertaan tersebut. Hal ini disebabkan pasar internasional mengandung risiko yang tidak sama dibandingkan dengan pasar domestik yang disebabkan kurangnya pengalaman, kebiasaan yang berbeda, hukum yang berbeda, dan lain-lain. Untuk itu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami sistem perdagangan internasional, hukum, politik, lingkungan ekonomi, dan budaya pasar yang dituju. Selanjutnya, ditentukan besarnya penjualan untuk pasar internasional yang didinginkan, negara tujuan, dan pasar yang dituju negara tersebut. Kemudian menentukan cara untuk memasuki pasar yang dituju tersebut.

 

MENGEMBANGKAN INTUISI DENGAN ANALISIS PASAR GRAFIKA

Perusahaan sebaiknya mengetahui dinamika pasar sesuai dengan bidang yang sedang ditekuni sangat sulit produk atau jasa yang kita hasilkan dapat diterima oleh konsumen, jika kebijakan yang dibuat bertentangan dengan kemauan pasar. Perkembangan bisnis percetakan sangatlah cepat, disamping mesin-mesin cetak yang semakin modern, jumlah pesaingnya juga semakin banyak. Drngan munculnya usaha usaha baru di bidang percetakan, kita harus menyikapinya secara hati – hati dan cerdas . hal yang harus diperhatikan, diyakini, dan dijalankan ketika menjalankan sebuah usaha adalah kualitas, kuantitas, waktu dan pelayanan yang maksimal itu merupakan syarat yang tidak bisa ditawar. Komitment itu sebagai landasan untuk mengembangkan usaha agar seluruh komponen yang ada bersinergi untuk mengupayakan sesuatu yang terbaik untuk kelangsungan usaha.

Langkah awal sebagai data, ketika kita akan mengambil sebuah kebijakan yang berorientasi pada pasar, antara lain:

1.       Mengetahui secara umum domisisli/Alamat percetakan yang ada disekitar perusahaan yang mempunyai kualifikasi sama dengan yang dimiliki perusahaan.

2.       Mengetahui secara umum domisisli/Alamat percetakan yang ada disekitar perusahaan yang mempunyai kualifikasi lebih rendah atau lebih tinggi dari perusahaan.

3.       Mengetahui secara umum berapa harga cetak untuk jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan konsumen, misalnya:

a.       Harga cetak per rim folio/kuarto untuk cetakan hitam putih, dicetak dengan menggunakan mesin mini offset.

b.      Harga per pelat untuk cetakan separasi dengan ukuran folio.

c.       Berapa minimal order yang diterapkan oleh kebanyakan percetakan untuk menentukan harga cetak, dan

d.      Harga per print untuk berbagai ukuran mesin cetak.

4.       Menganalisa percetakan-percetakan yang dapat memberi harga cetak murah.

5.       Mengetahui secara umum harga-harga jenis bahan yang digunakan untuk mencetak (tinta, kertas, pelat dsb).

6.       Melakukan kajian secara menyeluruh mengenai sumbe daya yang kita miliki.

7.       Memberi nama perusahaan yang mudah diingat, agar konsumen dapat dengan mudah mengenal dan mengingat institusi kita.

 

STRATEGI PEMASARAN

                Istilah strategi pemasaran dapat dirumuskan sebagai suatu tindakan penyesuaian untuk mengadakan reaksi terhadap situasi lingkungan tertentu (baru dan khas) yang dapat dianggap penting, dimana tindakan penyesuaian tersebut dilakukan secara sadar berdasarkan pertimbangan yang wajar. Perencanaan strategi pemasaran terdiri dari:

1.       Pembagian wewenang kerja serta tanggung jawab masing-masing.

2.       Lokasi kegiatan

3.       Waktu

4.       Pelaksanaan tindakan yang terperinci

 

Strategi marketing –MIX, merupakan suatu strategi yang menyangkut koordinasi antara:

1.        Produk, yakni bagaimana karakteristik dan ciri-ciri suatu produk ditetapkan.

2.       Promotion, yakni bagaimana koordinasi cara-cara promosi digunakan.

3.       Price, yakni bagaimana kebijaksanan penetapan harga diputuskan.

4.       Place, yakni bagaimana cara pendistribusian produk dilaksanakan.

Beberapa cara pendekatan strategi pemasaran

A.       Pendekatan strategi pemasaran yang berhubungan dengan factor-faktor ekstern, pendekatan ini sangat bergantung pada penekanannya.

·         Penekanan pada factor konsumen

·         Penekanan pada struktur persaingan

·         Penekanan pada situasi pasar.

B.      Pendekatan strategi pemasaran yang berhubungan dengan tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan adalah memperoleh laba sebesar besarnya hal ini dapat dilakukan dengan menekan biaya atau dengan memperbesar hasil penjualan (omset).

·         Pendekatan dalam penekan biaya:

1.       Mencoba untuk menerapkan teknik-teknik produksi baru yang akan menghemat biaya.

2.       Menggabungkan beberapa segmen pasar.

·         Pendekatan dengan memperbesar hasil penjualan dapat dillakukan dengan cara memperbesar volume penjualan sedangkan harga tetap tidak diubah.

MENERAPKAN STANDAR KUALITAS

                Persaingan tidak hanya dalam masalah rendahnya harga dan produktivitas melainkan pada kualitas atau mutu. kenyamanan, kemudahan, ketepatan, waktu dan pelayanan. Factor utama yang menentukan bonafiditas suatu perusahaan adalah mutu barang dan jasa yang dihasilkan. Produk atau jasa yang bermutu adalah yang sesuai dengan keinginan konsumen.

                Sedangkan mutu itu sendiri yaitu keseluruhan cirri atau karakteristik produk  atau jasa dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Karena dalam hal ini mutu memiliki dua persefektif  yakni produsen dan konsumen dan apabila keduanya disatukan maka kesesuaian antara keduanya dapat tercapai. Maka dari itu mutu memerlukan proses perbaikan terus-menerus sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap konsumen.

                Untuk menganalisis karakteristik kualitas produk pada industry manufaktur meliputi performance (kesesuaian produk dengan fungsi utama produk), feature (ciri khas produk),  reliability (kepercayaan pelanggan terhadap produk),  conformance (sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang ditetapkan), durability (tingkat keawetan produk), serviceability (kemudahan memperbaiki dan memperoleh komponen produk), aesthetic (daya tarik produk), perception.

Untuk menghasilkan mutu produk terbaik diperlukan pengawasan yang maksimal selama pross produksi sehingga apabila ada kesalahan atau cacat produk masih bisa diperbaiki sebelum proses akhir.

KINERJA PEMASARAN

Pemasaran menurut William J. Stanton (1984) adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Sementara itu, menurut Kotler (2002), konsep pemasaran memberikan ketegasan bahwa kunci mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif bila dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.

Pemasaran harus bertitik tolak dari kebutuhan dan keinginan konsumen dengan memperkirakan sekaligus menentukan kebutuhan dan keinginan konsumen serta penyerahan barang dan jasa yang memuaskan secara efektif dan efisien. Pada era global yang sangat kompetitif pemasaran diibaratkan sebagai denyut jantung bagi kelangsungan perusahaan. Perusahaan tidak hanya dituntut untuk memperlihatkan berapa banyaknya barang yang bisa diproduksi dan kemudian memproduksinya. Agar bisa bertahan di dalam pasar yang peka terhadap perubahan dalam persaingan yang sangat ketat, sebuah perusahaan pertama-tama menentukan “apa yang bisa dijual, berapa banyak yang bisa dijual, dan strategi apa yang harus didayagunakan untuk memikat konsumen”.

Kotler dan Armstrong (2004) menyatakan:

“Pemasaran adalah sebuah proses sosial dan manajerial, yang dengannya individu-individu dan kelompok-kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan, dengan menciptakan dan saling mempertukarkan produk-produk dan nilai satu sama lain”.

Kotler dan Armstrong (2004) menyatakan:

“Pemasaran adalah sebuah proses sosial dan manajerial, yang dengannya individu-individu dan kelompok-kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan, dengan menciptakan dan saling mempertukarkan produk-produk dan nilai satu sama lain”.

 

 

Boyd, Walker, dan Larreche (2000 ) menyatakan:

“Pemasaran adalah suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran”.

Boyd, Walker, dan Larreche (2000 ) menyatakan:

“Pemasaran adalah suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran”.

 

Untuk mencapai tujuan pemasaran sebagaimana konsepsi pemasaran di atas, terlebih dahulu harus dirumuskan ke dalam strategi perusahaan. Adapun strategi didefinisikan sebagai rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu, dan mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan dan lingkungan (Jauch dan Glueck,1988).

Strategi pemasaran terdiri atas lima elemen yang saling terkait. Kelima elemen tersebut menurut Corey (dalam Tjiptono, 1997) sebagai  berikut:

1.    Penelitian pasar.

Penelitian pasar adalah memiliki pasar yang akan dilayani. Keputusan ini didasarkan atas faktor-faktor persepsi terhadap fungsi produk dan pengelompokan teknologi yang dapat diprediksi dan dinominasi, keterbatasan sumber daya internal yang mendorong perlunya pemusatan (fokus) yang lebih sempit. Pengalaman kumulatif yang didasarkan pada trial and error di dalam menggapai peluang dan tantangan kemampuan kursus yang berasal dari akses terhadap sumber daya langka atau pasar yang terproteksi. Penelitian pasar dimulai dengan melakukan segmentasi pasar dan kemudian memilih pasar sasaran yang paling memungkinkan untuk dilayani oleh perusahaan.

2.    Perencanaan produk.

Perencanaan produk meliputi produk spesifik yang dijual, pembentukan diri produk dan desain  penawaran individual pada tiap-tiap diri, produk itu sendiri, menawarkan manfaat total yang dapat diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian. Manfaat tersebut meliputi produk itu sendiri, nama merek produk, ketersediaan produk, jaminan dan garansi, jasa reparasi dan bantu teknis yang disediakan penjualan, serta hubungan personal yang mungkin terbentuk di antara pembeli dan penjual.

3.    Penetapan harga.

Penetapan harga adalah menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif produk kepada pelanggan.

4.    Sistem distribusi.

Sistem distribusi adalah saluran pedagang grosir dan eceran yang melalui produk hingga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya.

5.    Komunikasi pemasaran (promosi).

Komunikasi pemasaran (promosi) meliputi periklanan, personal selling, promosi penjualan, direct marketing, dan public relations.

Sebaliknya, menurut Kotler (1997) strategi pemasaran adalah “sejumlah tindakan yang terintegrasi yang diarahkan untuk mencapai keuntungan kompetitif berkelanjutan”. Dalam konsep pemasaran, volume penjualan yang menguntungkan memang menjadi tujuannya, tetapi laba yang didapat dari volume penjualan itu harus diperoleh melalui kepuasan konsumen (Kotler, 2002).

Menurut Peter Drucker (dalam Agustinus, 1995), mengusulkan lima kriteria untuk penentuan standar pengukuran kinerja perusahaan, yaitu

  1. Posisi pasar.

Penilaian yang nyata terhadap keberhasilan perusahaan adalah mengukur posisi pangsa pasarnya dibandingkan dengan para pesaing. Apakah pangsa pasar telah meningkat atau cenderung menurun?

  1. Kinerja inovasi (divisi riset dan pengembangan).

Bagaimana urutan pengeluaran riset dan pengembangan (sebagai persentase penjualan) dalam industri?

  1. Produktivitas.

Kinerja ini berhubungan dengan “nilai tambah” out-put. Penjualan per karyawan merupakan salah satu ukuran produktivitas.

  1. Likuiditas dan aliran kas (cash flow).

Kriteria aliran kas biasanya lebih baik daripada masalah keuntungan.

  1. Keuntungan/kemampulabaan.

Kriteria ini akan mengukur:

a)      Apakah marjin keuntungan meningkat atau menurun.

b)      Menghitung dan mengukur hasil kinerja yang telah dicapai.

c)       Membandingkan antara standar dengan hasil yang dicapai dan jika melampaui batas toleransi, harus dianalisa penyebab-penyebabnya.

d)      Mengambil tindakan perbaikan jika diperlukan.    

 

ORIENTASI PASAR

Untuk memenangkan persaingan dalam merebut pasar, maka orientasi pasar menjadi aktivitas yang harus dilakukan oleh pelaku usaha. Slater dan Narver (1994) dalam studinya mengenai orientasi pasar mengungkapkan bahwa tujuan perusahaan mengembangkan berbagai strategi pemasaran adalah untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Upaya meraih tingkat kemampulabaan yang wajar, perusahaan akan memusatkan perhatian manajemennya pada upaya mengenali pelanggannya. Sebab filosofi pemasaran menunjukkan bahwa laba dapat diciptakan melalui kepuasan yang dirasakan oleh para pelanggannya.

Studi Slater dan Narver (1995) menyatakan bahwa orientasi pasar, biaya relatif, dan pertumbuhan pasar merupakan komponen yang memberi kontribusi pada peningkatan profitabiltas perusahaan. Munculnya kompleksitas, dinamika, dan intensitas kompetisi lingkungan makro yang meningkat, perusahaan akan terdorong untuk lebih memperkuat basis strateginya dengan konsep-konsep customer focused atau market oriented culture untuk tetap dapat mengakses pasarnya secara menguntungkan (Despande et al., 1993). Adanya perubahan pola persaingan pasar dengan memberikan perhatian terhadap apa yang telah dilakukan oleh pesaingnya, namun juga menaruh perhatiannya terhadap kebutuhan dan keinginan konsumennya (Kotler dan Armstrong, 2004). Mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk, desain produk, harga produk, dan bentuk pelayanan merupakan cara yang tepat untuk dapat memahami kebutuhan dan keinginan konsumennya yang terus mengalami perubahan  (Craven, 1994).

Perhatian yang sama hendaknya dilakukan untuk keperluan investasi riset dan pengembangan. Riset pemasaran akan lebih memfokuskan pada identifikasi peluang-peluang baru, akuisisi teknologi baru serta implementasi hasil inovasi dalam rangka memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen yang dinamis (Boyd, et al, 2000 dan  Zhou, et al, 2005). Pendapat yang hampir sama di kemukakan oleh Wuyts et al. (2004) bahwa komitmen perusahaan terhadap teknologi baru akan mendorong cara-cara inovatif, sehingga dihasilkan produk baru, lini produk baru, produk serupa, yang kesemuanya ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

Perusahaan yang berorientasi pada pasar akan membuat apa yang dapat dijual, terutama yang memfokuskan pada kebutuhan dan keinginan pelanggan serta dapat menciptakan nilai dan kepuasan pelanggan. Kepuasan konsumen menjadi perhatian dalam manajemen pemasaran. Oleh karena itu, penggunaan konsep pemasaran memberikan dasar pemikiran yang logis dalam pencapaian tujuan. Konsep pemasaran harus mencakup:

1. Kebutuhan dan keinginan konsumen sebagai dasar tujuan bisnis.

2. Mengembangkan pendekatan organisasi untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

3. Mencapai tujuan organisasi dengan memberikan kepuasan pada pelanggan.

Dalam mencapai keberhasilan pemasaran, manajemen harus menentukan kebutuhan dan keinginan konsumen sesuai kemampuan yang dimiliki oleh organisasi, mengembangkan usaha pemasaran yang efektif, dan menyusun suatu perencanaan serta pelaksanaan pemasarannya secara rasional (Craven, 1994). Kepuasan konsumen dapat menjadi sumber inspirasi untuk terus melakukan cara-cara inovatif sesuai dengan strategi pemasaran dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen di masa mendatang, melalui penyediaan berbagai produk-produk baru yang mengandung nilai terbaik bagi konsumen (Wuyts, et al, 2004).

Orientasi pasar membutuhkan kepemimpinan manajemen puncak, fokus pada konsumen, memahami tentang pesaing, dan koordinasi yang baik antarfungsi dalam rangka menyediakan kebutuhan dan keinginan konsumen dengan nilai terbaik. Hal ini diperlukan untuk membangun dan menjaga hubungan saling menghargai dengan konsumen (Lamb, et al, 2001). Narver dan Slater (1990) menyatakan bahwa orientasi pasar yang meliputi orientasi pelanggan, orientasi pesaing, dan koordinasi antarfungsi akan mendorong fungsi pemasaran untuk bertanggung jawab dalam memahami dan memelihara berbagai informasi yang terkait dengan konsumen.

Voss dan Voss (2000) menyatakan bahwa orientasi pasar berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan yang fokus pada upaya memberi kepuasan pelanggan akan berusaha menemukan cara yang lebih inovatif dalam menghasilkan produk baru.  Selanjutnya studi Jaworski dan Kohli (1997) dan Im dan Workman (2004) mengemukakan bahwa orientasi pasar akan mendorong perusahaan melakukan cara inovatif dalam menghasilkan produk baru sebagai reaksi atas kebijakan pasar, diperolehnya pengetahuan baru guna merespon kebutuhan, dan keinginan konsumen (kebutuhan pasar) yang terus berkembang secara dinamis.

Keberhasilan perusahaan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang disertai rasa kepuasan, akan menempatkan perusahaan pada posisi yang terbaik bila dibanding dengan pesaingnya. Orientasi pasar tidak lepas dari upaya manajemen untuk menyajikan nilai yang terbaik, memberi dan menjaga kepuasan konsumen serta membangun hubungan relasi jangka panjang dengan konsumennya (Lamb et al., 2001).

 

Konsep Orientasi Pasar

Menurut Narver dan Slater (1990); Han et al. (1998); Noble et al. (2002);  Zhou et al. (2005) mengemukakan bahwa konsep dari orientasi pasar terdiri dari: orientasi pelanggan, orientasi pesaing, dan koordinasi antarfungsi. Konsep-konsep ini menggambarkan suatu evolusi strategi pemasaran dengan memfokuskan perhatiannya bukan hanya pada satu sisi orientasi saja tetapi selalu menyeimbangkan antara orientasi pelanggan dan  orientasi  pesaing. Dua konsep ini diperlukan untuk menciptakan kepuasan pelanggan dan memperoleh kinerja perusahaan yang lebih baik (Kotler dan Armstrong, 2004).

 

 

Pemahaman yang cukup terhadap pembeli sasaran;

2. Competitor orientation

Seorang penjual harus memahami kekuatan dan kelemahan saat ini maupun kapabilitas dan strategi jangka panjang pesaing-pesaing yang ada serta pesaing-pesaing potensial.

1.       Inter-functional coordination

Utilisasi sumber daya perusahaan yang terkoordinasi melalui semua bagian yang ada di dalam organisasi untuk menciptakan “superior value”  bagi pelanggan sasaran.

Evolusi strategi pemasaran dapat dipandang sebagai filosofi persaingan yang secara kuat memengaruhi suatu aktivitas pemasaran organisasi. Menurut Lamb et al. (2001) filosofi persaingan dapat dikembangkan melalui empat tahap evolusi orientasi:

1.       Orientasi produksi

Suatu filosofi yang berfokus pada kemampuan internal perusahaan yang melebihi dari keinginan dan kebutuhan pasar. Orientasi produksi menjadi keliru karena tidak mempertimbangkan apakah produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan produk yang paling efisien serta cocok dengan kebutuhan pasar, sementara itu konsumen menjadi target pasar yang akan dilayaninya.

2.       Orientasi penjualan

Didasarkan pada suatu filosofi bahwa orang membeli barang atau jasa. Perusahaan menggunakan teknik penjualan yang agresif dan penjualan yang tinggi akan mendatangkan keuntungan yang tinggi pula. Orientasi penjualan menjadi tidak tepat, karena tidak mempertimbangkan kualitas tenaga penjualnya, sangat sulit meyakinkan orang untuk membeli produknya, seringkali produk yang mereka tawarkan tidak sesuai dengan harapan dan keinginnan konsumennya.

3.       Orientasi pasar

Didasarkan pada suatu filosofi bahwa suatu penjualan tidak tergantung pada penjualan yang agresif, tetapi lebih pada keputusan konsumen untuk membeli produk. Orientasi pasar lebih diarahkan untuk memahami pesaing, fokus pada konsumen, koordinasi antarfungsi dalam rangka memberikan nilai yang terbaik.

4.       Orientasi sosial

Didasarkan pada filosofi bahwa suatu organisasi itu ada, tidak hanya untuk memuaskan kebutuhan yang diinginkan konsumen dan memenuhi tujuan organisasi, tetapi juga untuk melindungi kepentingan yang terbaik atas indivindu dan masyarakat dalam jangka panjang.

Lamb et al. (2001) juga mengemukakan bahwa orientasi pasar sebagai suatu konsep pemasaran meliputi tiga hal:

1. Fokus pada kemauan dan keinginan konsumen, sehingga organisasi dapat membedakan produknya dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.

2. Mengintegrasikan  seluruh aktivitas organisasi termasuk di dalamnya produksi untuk memuaskan kebutuhan konsumen.

3. Pencapaian tujuan jangka panjang organisasi dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen secara hukum, serta bertanggung jawab atas semua kebijakan tentang konsumennya.

Jaworski dan Kohli (1997) mengemukakan bahwa konsep orientasi pasar pada dasarnya meliputi tiga elemen, yaitu intelejen pasar untuk menghasilkan berbagai macam informasi pasar yang sesuai; diseminasi informasi diarahkan kepada seluruh bagian dalam perusahaan untuk memperoleh sinergi strategi; serta respon atas intelijen pasar yang datang dari semua bagian dalam bentuk strategi pemasaran yang sesuai dengan lingkungan pasar yang ada. Pemikiran ini tidak hanya untuk memahami secara mendalam mengenai pelanggan, tetapi juga memahami secara mendalam mengenai pesaingnya.

Ditinjau dari strategi pemasaran, konsep orientasi pasar tersebut meliputi: kebutuhan konsumen, informasi aktivitas pesaing, koordinasi antarfungsi. Konsep tersebut mencerminkan aktivitas pemasaran untuk menciptakan nilai pelanggan (customer value) dan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Informasi mengenai pesaing menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan, mengingat munculnya alterantif-alternatif pilihan produk yang tersedia di pasar merupakan hasil implementasi berbagai strategi yang dilakukan oleh pesaing kita. Perusahaan harus meyakinkan bahwa strategi yang sedang dikembangkan tidak boleh didahului oleh pesaing yang menghadirkan cara-cara baru dan lebih baik dalam menyediakan kebutuhan dan keinginan para konsumennya (Lukas dan Ferrel, 2000; McCarthty dan Parreault,1996; dan  Zhou et al, 2005).

Menurut  Sudirman (2003) terdapat beberapa kelemahan orientasi pasar untuk pencapaian tujuan organisasi melalui penyajian nilai unggul bagi pelanggan  dan penciptaan keunggulan berdaya saing berkelanjutan. Kelemahan-kelemahan tersebut antara lain:

1. Pelanggan tidak selalu menyadari kebutuhannya, terutama kebutuhan di waktu yang akan datang sehingga perusahaan perlu mengarahkannya sebelum perusahaan lain melakukannya. Gibson, et al, (1997) dalam studinya menyatakan bahwa perusahaan yang akan menjadi pemenang adalah mereka yang berada di depan kurva perubahan.

2. Meskipun kebutuhan tersebut dapat diidentifikasi oleh pelanggan, mereka sendiri tidak mampu menentukan cara terbaik untuk memenuhinya (Gabel, 1995).

Dua kondisi tersebut mengimplikasikan bahwa orientasi pelanggan tidak akan menghasilkan suatu inovasi yang mampu membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya, sehingga mengurangi keunggulan bersaing berkelanjutan.

3. Pandangan tersebut diperkuat oleh Hammel dan Prahalad (1994) yang menganggap pelanggan sebagai orang yang kurang wawasan. Oleh karena itu, orientasi pelanggan merupakan tirani bagi konsep orientasi pasar.

Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, Sudirman (2003) mengajukan pembelajaran pelanggan sebagai komponen suplemen terhadap konsep orientasi pasar agar mampu menghasilkan efek sinergis yang menjadikan operasionalisasi konsep tersebut lebih efektif. Penambahan komponen pembelajaran pelanggan sebagai suplemen konsep orientasi pasar terinspirasi dari dan sekaligus merupakan hasil sintesa dari dua pendekatan terhadap orientasi pasar, yaitu market driven dan driving market, teori pembelajaran, dan persepsi sebagai penggerak perilaku. Namun demikian, konteks driving market yang dimaksudkan penulis berbeda dengan konteks dari Jaworski, et al, (2000) yang merupakan para inisiator kedua pendekatan tersebut. Pendekatan driving market yang dimaksudkan Jaworski, et al, (2000) adalah upaya merestrukturisasi pasar dengan tujuan meningkatkan posisi persaingan perusahaan.

Berpedoman pada Noble et al. (2002); Lamb et al. (2001);  Narver dan Slater (1990); Han et al. (1998),  Sudirman (2003), bahwa orientasi pasar adalah suatu konsep multidimensional yang dapat dirumuskan melalui konsep: orientasi pelanggan, orientasi pesaing, koordinasi antarfungsi, dan pembelajaran pada pelanggan.

Orientasi pasar adalah suatu konsep multidimensional yang dapat dirumuskan melalui konsep: orientasi pelanggan, orientasi pesaing, koordinasi antarfungsi, dan pembelajaran pada pelanggan (Noble et al., 2002; Lamb et al., 2001;  Narver dan Slater, 1990; Han et al.,1998; Sudirman, 2003.

 

 

 

 

 

 

 

*IMAS SITI MASFUFAH

 

 

SUMBER REFERENSI:

Teknik Grafika dan Industri Grafika jilid 2 untuk SMK oleh/Antonius Bowo Wasono, Romlan, Sujinarto: Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Anoraga, Pandji. 2007. Pengantar Bisnis: Pengelolaan Bisnis dalam Era Globalisasi. Jakarta:

        Rineka Cipta

Widiana, Dra. Muslichah Erma. 2010. Dasar-Dasar Pemasaran. Bandung: Karya Putra Darwati

Subroto, Budiarto. Pemasaran Industri

http://kanghae.com/menejemen-pemasaran/konsep-dasar-pemasaran-abad-21

Proses Pemasaran dalam Perencanaan Strategis Berorientasi Pasar oleh: SIKKI MULYADI

 

PERANAN PEMASARAN DALAM ORGANISASI

4 Mar

PENGERTIAN PEMASARAN

pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

 

PENGERTIAN MANAJEMEN PEMASARAN 

 Manajemen pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi.

 Manajemen pemasaran terjadi apabila sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang dikehendaki.

PERAN PEMASARAN DALAM ORGANISASI

 Di dalam suatu organisasi manajer harus menyusun suatu struktur organisasi formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan.

 

Berikut ini peranan pemasaran dalam organisasi : 

 Peran Pemasaran dalam Sektor Bisnis 

 Di dalam sektor bisnis, pemasaran mulai di sadari oleh berbagai perusahaan pada waktu yang berbeda. Ada beberapa sebagian contoh yang termasuk dalam kategori pelopor di Asia seperti misalnya unilever, philips, dan sony. Di berbagai negara memiliki perbedaan dalam mempraktikan pada pangsa pasarnya. Secara umum, pemasaran cepat menyebar di perusahaan – perusahaan penghasil produk konsumen dalam bentuk kemasan (consumer packaged-goods), dan perusahaan penghasil produk untuk konsumen tahan lama (consumer durable-goods), dan perusahaan barang industri. Perusahaan jasa atau pelayanan konsumen  (consumer service firm), khususnya untuk perusahaan penerbangan dan bank mereka telah menuju pada pemasaran modern.

Peran Pemasaran dalam Sektor Non-Profit

Pemasaran semakin menarik minat organisasi non profit seperti perguruan tinggi, rumah sakit, gereja, dan kelompok kesenian, khususnya di Negara-negara maju. Berbagai instansi pemerintah dan lembaga non – profit swasta juga meluncurkan kampanye pemasaran sosial untuk mengurangi merokok, minum alkohol, penggunaan obat bius, dan hubungan seks yang tidak aman.

 Peran Pemasaran dalam Sektor Internasional 

Perusahaan multi nasional banyak menanamkan modalnya untuk meningkatkan kemampuan pemasaran globalnya. Beberapa perusahaan multi nasional Eropa dan Jepang seperti Nestle, Benetton, Unilever, Sony, dan lain sebagainya dalam banyak hal telah memahami pemasaran secara lebih baik dan mengalahkan para pesaingnya dari Amerika Serikat. Perusahaan multi nasional telah memperkenalkan dan menyebarluaskan praktik pemasaran modern ke seluruh dunia. Hal ini memaksa perusahaan-perusahaan domestik yang lebih kecil di berbagai Negara untuk memperkuat pemasaran mereka supaya dapat bersaing secara efektif dengan perusahaan multi nasional.

 

KONSEP PEMASARAN

 Adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Menempatkan pembeli sebagai pusat kegiatan pemasaran, kebutuhan dan keinginan pembeli harus dimasukkan ke dalam proses produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

 

Menurut (Philip Kotler, 1997:21) , konsep pemasaran adalah suatu kunci untuk mencapai keberhasilan tujuan di dalam organisasi yang terdiri dari penentuan suatu kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan konsumen secara lebih efektif dan efisien dibanding pesaing. Berikut ada beberapa konsep pemasaran yang perlu kita perhatikan, yaitu :

Kebutuhan adalah suatu keadaan yang dirasakan tidak pernah mendapatkan kepuasan dan sifatnya terletak di dalam tubuh dan kondisi manusia itu sendiri. Misalnya kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan.

Keinginan adalah suatu kehendak yang kuat dari dalam diri manusia akan sebuah kepuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Misalnya setiap orang membutuhkan makan tetapi dapat dipuaskan melalui jenis makanan yang berbeda seperti orang yang satu makan roti yang lainnya makan nasi goreng.

Permintaan adalah keinginan terhadap suatu produk-produk tertentu yang di dukung oleh suatu kemampuan dan kemauan untuk membelinya. Misalnya banyak orang ingin mobil Mercedes, namun hanya sedikit orang yang mampu dan mau membelinya.

Produk atau tawaran adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada seseorang untuk memuaskan suatu kebutuhan dan keinginan berupa barang, jasa maupun ide-ide.

Nilai dan kepuasan merupakan suatu dimana pembeli atau sasaran merasakan terpenuhinya keinginan atau kebutuhannya, sehingga membuktikan produk dan tawaran berhasil.

 

KONSEP-KONSEP PEDOMAN ORGANISASI DALAM PEMASARAN

      Kegiatan pemasaran hendaknya dilakukan dibawah filososi yang telah dipikirkan secara matang tentang pemasaran yang efisien, efektif dan bertanggung jawab sosial. Ada empat konsep bersaing yang dijadikan pedoman oleh organisasi untuk melakukan kegiatan pemasaran yaitu:

   1. Konsep Produksi

         Konsep produksi adalah salah satu dari konsep tertua dalam bisnis. Konsep produksi menegaskan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah. Para manajer perusahaan yang berorientasi produksi berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi produk yang tinggi, biaya yang rendah, dan distribusi secara besar-besaran.

   2. Konsep Produk

         Konsep ini berpendapat bahwa konsumen cenderung memilih sebuah produk dengan fitur-fitur yang paling bermutu, dan inovatif. Manajer yang memilih konsep ini cenderung menciptakan produk yang superior dan meningkatkannya sepanjang waktu. Yang perlu diwaspadai dari konsep ini adalah acapkali manajer yang menganut konsep ini cenderung terperangkap pada persepsi bahwa sebuah produk akan berhasil hanya bila produk itu berharga, didistribusikan, diiklankan, dan dijual secara memadai.

   3. Konsep Penjualan

         Konsep ini berpendapat bahwa konsumen dan bisnis jika di tinggalkan biasanya akan cukup banyak membeli produk-produk sebuah perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. Konsep penjualan dipraktikkan paling agresif pada barang-barang yang tidak dicari, barang-barang yang biasanya tidak dipikirkan oleh pembeli untuk dibeli, seperti asuransi, ensiklopedia, dan tempat pemakaman.

         Kebanyakan perusahaan mempraktikkan konsep penjualan ketika mereka memiliki kapasitas berlebih. Tujuan mereka adalah menjual apa yang mereka buat, dan bukan membuat apa yang diinginkan pasar. Akan tetapi, pemasaran yang berbasis pada penjualan agresif membawa resiko yang tinggi. Konsep ini berpandangan bahwa pelanggan yang di bujuk untuk membeli sebuah produk, akan menyukainya, dan jika mereka tidak suka, mereka tidak akan mengembalikannya, atau menjelek-jelekkannya, dan mengadu kepada organisasi konsumen dan tidak menutup kemungkinan bahwa konsumen akan membelinya lagi.

   4. Konsep Pemasaran

         Konsep ini menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan perusahaan adalah perusahaan tersebut harus lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.

         Konsep pemasaran itu terdiri dari empat pilar yaitu:

     a. Pasar Sasaran

           Sebuah perusahaan akan berhasil secara gemilang jika mereka secara cermat memilih pasar sasarannya dan mempersiapkan program-program pemasaran yang dirancang khusus untuk pasar tersebut.

     b. Kebutuhan Pelanggan

           Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidak selalu sederhana. Beberapa pelanggan memiliki kebutuhan yang tidak mereka sadari. Untuk itu dapat dibedakan lima jenis kebutuhan yaitu: kebutuhan yang dinyatakan, kebutuhan riil, kebutuhan yang tidak dinyatakan, kebutuhan kesenangan, dan kebutuhan rahasia.

     c. Pemasaran Terpadu

           Pemasaran terpadu dapat terjadi pada dua level. Pertama, berbagai fungsi pemasaran (meliputi tenaga penjualan, periklanan, pelayanan pelanggan, manajemen produk, dan riset pemasaran) harus bekerjasama. Semua fungsi pemasaran itu harus dikoordinasi berdasarkan sudut pandang pelanggan. Kedua, pemasaran harus pula di rangkul oleh departemen lain di luar pemasaran.

     d. Kemampuan Menghasilkan Laba

           Tujuan terakhir dari konsep pemasaran adalah membantu organisasi mencapai tujuan mereka. Dalam kasus perusahaan swasta, tujuan utama adalah laba, dalam kasus perusahaan publik dan nirlaba, tujuan utama adalah bertahan hidup dan menarik cukup dana untuk melakukan pekerjaan yang bermanfaat. Meski demikian perusahaan swasta seharusnya tidak bertujuan meraup laba saja. Melainkan mendapatkan laba sebagai akibat dari penciptaan nilai pelanggan yang unggul. Sebuah perusahaan menghasilkan uang karena memenuhi kebutuhan pelanggan lebih baik dibandingkan pesaingnya dan kebanyakan perusahaan tidak menganut konsep pemasaran sebelum dipaksa keadaan seperti: penurunan penjualan, pertumbuhan yang lambat, perubahan pola pembelian, peningkatan persaingan dan peningkatan pengeluaran pemasaran.

 

PEMASARAN INDUSTRI

      Apa sih pemasaran industri itu? Apakah menjual barang untuk di konsumsi seperti pemasaran produk konsumsi? Apa perbedaan pemasaran industri dengan pemasaran produk konsumsi? Saya akan sedikit menjelaskan tentang pemasaran industri agar masyarakat tau jika pemasaran industri itu berbeda dengan pemasaran produk konsumsi.

       Tentunya kita lebih sering mendengar nama pemasaran produk konsumsi. Dan memang didalam kehidupan kita ini, kita lebih banyak membeli produk untuk dikonsumsi secara langsung, sehingga pemasaran produk konsumsi lebih di kenal di masyarakat dibandingkan pemasaran industri. Pemasaran industri dikenal juga dengan nama pemasaran industrial, pemasaran bisnis, perusahaan antarperusahaan dan pemasaran organisasi. Pemasaran industri berbeda dengan pemasaran produk konsumsi, terutama dalam hal penggunaan produk dan konsumen yang dituju, dimana pemasaran industri mengarahkan produknya kepada:

 Perusahaan yang akan menjual kembali produk tersebut

Perusahaan yang membeli produk tersebut untuk membantu proses produksinya, dan

Lembaga atau organisasi yang membeli produk tersebut untuk membantu kegiatan operasionalnya

      Pemasaran industri adalah kegiatan yang memfasilitasi terjadinya pertukaran produk dengan pelanggan dalam pasar industri, mencakup semua perusahaan yang membeli barang dan jasa industri, untuk digunakan dalam memproduksi barang dan jasa yang akan dijual, disewakan atau dipasok kepada konsumen lain. Transaksi dalam pemasaran industri terjadi apabila suatu barang atau jasa dijual untuk suatu kegunaan lain  dan bukan secara langsung untuk dikonsumsi secara personal (Bingham et al., 2005). Contohnya:

 Pemasaran bahan baku phospat ke pabrik pupuk

Pemasaran peralatan boilers ke pabrik gula

Pemasaran mesin tenun ke pabrik tenun

Pemasaran kapal tanker ke perusahaan angkutan minyak

      Contoh yang lebih konkretnya adalah suatu pabrik tekstil membeli mesin tekstil untuk peremajaan mesinnya yang sudah tua atau suatu perusahaan industri otomotif membeli pelat baja (sheet) untuk bahan baku pabrik perakitannya.

 

IMAS SITI MASFUFAH~

           

SUMBER REFERENSI:

DASAR PEMASARAN : Peran Pemasaran Dalam Perusahaan dan Masyarakat oleh: R.T INDRA

 

 

PERANAN PEMASARAN DALAM ORGANISASI

4 Mar

PENGERTIAN PEMASARAN

pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

 

PENGERTIAN MANAJEMEN PEMASARAN 

 Manajemen pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi.

 Manajemen pemasaran terjadi apabila sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang dikehendaki.

PERAN PEMASARAN DALAM ORGANISASI

 Di dalam suatu organisasi manajer harus menyusun suatu struktur organisasi formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan.

 

Berikut ini peranan pemasaran dalam organisasi : 

 Peran Pemasaran dalam Sektor Bisnis 

 Di dalam sektor bisnis, pemasaran mulai di sadari oleh berbagai perusahaan pada waktu yang berbeda. Ada beberapa sebagian contoh yang termasuk dalam kategori pelopor di Asia seperti misalnya unilever, philips, dan sony. Di berbagai negara memiliki perbedaan dalam mempraktikan pada pangsa pasarnya. Secara umum, pemasaran cepat menyebar di perusahaan – perusahaan penghasil produk konsumen dalam bentuk kemasan (consumer packaged-goods), dan perusahaan penghasil produk untuk konsumen tahan lama (consumer durable-goods), dan perusahaan barang industri. Perusahaan jasa atau pelayanan konsumen  (consumer service firm), khususnya untuk perusahaan penerbangan dan bank mereka telah menuju pada pemasaran modern.

Peran Pemasaran dalam Sektor Non-Profit

Pemasaran semakin menarik minat organisasi non profit seperti perguruan tinggi, rumah sakit, gereja, dan kelompok kesenian, khususnya di Negara-negara maju. Berbagai instansi pemerintah dan lembaga non – profit swasta juga meluncurkan kampanye pemasaran sosial untuk mengurangi merokok, minum alkohol, penggunaan obat bius, dan hubungan seks yang tidak aman.

 Peran Pemasaran dalam Sektor Internasional 

Perusahaan multi nasional banyak menanamkan modalnya untuk meningkatkan kemampuan pemasaran globalnya. Beberapa perusahaan multi nasional Eropa dan Jepang seperti Nestle, Benetton, Unilever, Sony, dan lain sebagainya dalam banyak hal telah memahami pemasaran secara lebih baik dan mengalahkan para pesaingnya dari Amerika Serikat. Perusahaan multi nasional telah memperkenalkan dan menyebarluaskan praktik pemasaran modern ke seluruh dunia. Hal ini memaksa perusahaan-perusahaan domestik yang lebih kecil di berbagai Negara untuk memperkuat pemasaran mereka supaya dapat bersaing secara efektif dengan perusahaan multi nasional.

 

KONSEP PEMASARAN

 Adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Menempatkan pembeli sebagai pusat kegiatan pemasaran, kebutuhan dan keinginan pembeli harus dimasukkan ke dalam proses produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

 

Menurut (Philip Kotler, 1997:21) , konsep pemasaran adalah suatu kunci untuk mencapai keberhasilan tujuan di dalam organisasi yang terdiri dari penentuan suatu kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan konsumen secara lebih efektif dan efisien dibanding pesaing. Berikut ada beberapa konsep pemasaran yang perlu kita perhatikan, yaitu :

Kebutuhan adalah suatu keadaan yang dirasakan tidak pernah mendapatkan kepuasan dan sifatnya terletak di dalam tubuh dan kondisi manusia itu sendiri. Misalnya kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan.

Keinginan adalah suatu kehendak yang kuat dari dalam diri manusia akan sebuah kepuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Misalnya setiap orang membutuhkan makan tetapi dapat dipuaskan melalui jenis makanan yang berbeda seperti orang yang satu makan roti yang lainnya makan nasi goreng.

Permintaan adalah keinginan terhadap suatu produk-produk tertentu yang di dukung oleh suatu kemampuan dan kemauan untuk membelinya. Misalnya banyak orang ingin mobil Mercedes, namun hanya sedikit orang yang mampu dan mau membelinya.

Produk atau tawaran adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada seseorang untuk memuaskan suatu kebutuhan dan keinginan berupa barang, jasa maupun ide-ide.

Nilai dan kepuasan merupakan suatu dimana pembeli atau sasaran merasakan terpenuhinya keinginan atau kebutuhannya, sehingga membuktikan produk dan tawaran berhasil.

 

KONSEP-KONSEP PEDOMAN ORGANISASI DALAM PEMASARAN

      Kegiatan pemasaran hendaknya dilakukan dibawah filososi yang telah dipikirkan secara matang tentang pemasaran yang efisien, efektif dan bertanggung jawab sosial. Ada empat konsep bersaing yang dijadikan pedoman oleh organisasi untuk melakukan kegiatan pemasaran yaitu:

   1. Konsep Produksi

         Konsep produksi adalah salah satu dari konsep tertua dalam bisnis. Konsep produksi menegaskan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah. Para manajer perusahaan yang berorientasi produksi berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi produk yang tinggi, biaya yang rendah, dan distribusi secara besar-besaran.

   2. Konsep Produk

         Konsep ini berpendapat bahwa konsumen cenderung memilih sebuah produk dengan fitur-fitur yang paling bermutu, dan inovatif. Manajer yang memilih konsep ini cenderung menciptakan produk yang superior dan meningkatkannya sepanjang waktu. Yang perlu diwaspadai dari konsep ini adalah acapkali manajer yang menganut konsep ini cenderung terperangkap pada persepsi bahwa sebuah produk akan berhasil hanya bila produk itu berharga, didistribusikan, diiklankan, dan dijual secara memadai.

   3. Konsep Penjualan

         Konsep ini berpendapat bahwa konsumen dan bisnis jika di tinggalkan biasanya akan cukup banyak membeli produk-produk sebuah perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. Konsep penjualan dipraktikkan paling agresif pada barang-barang yang tidak dicari, barang-barang yang biasanya tidak dipikirkan oleh pembeli untuk dibeli, seperti asuransi, ensiklopedia, dan tempat pemakaman.

         Kebanyakan perusahaan mempraktikkan konsep penjualan ketika mereka memiliki kapasitas berlebih. Tujuan mereka adalah menjual apa yang mereka buat, dan bukan membuat apa yang diinginkan pasar. Akan tetapi, pemasaran yang berbasis pada penjualan agresif membawa resiko yang tinggi. Konsep ini berpandangan bahwa pelanggan yang di bujuk untuk membeli sebuah produk, akan menyukainya, dan jika mereka tidak suka, mereka tidak akan mengembalikannya, atau menjelek-jelekkannya, dan mengadu kepada organisasi konsumen dan tidak menutup kemungkinan bahwa konsumen akan membelinya lagi.

   4. Konsep Pemasaran

         Konsep ini menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan perusahaan adalah perusahaan tersebut harus lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.

         Konsep pemasaran itu terdiri dari empat pilar yaitu:

     a. Pasar Sasaran

           Sebuah perusahaan akan berhasil secara gemilang jika mereka secara cermat memilih pasar sasarannya dan mempersiapkan program-program pemasaran yang dirancang khusus untuk pasar tersebut.

     b. Kebutuhan Pelanggan

           Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidak selalu sederhana. Beberapa pelanggan memiliki kebutuhan yang tidak mereka sadari. Untuk itu dapat dibedakan lima jenis kebutuhan yaitu: kebutuhan yang dinyatakan, kebutuhan riil, kebutuhan yang tidak dinyatakan, kebutuhan kesenangan, dan kebutuhan rahasia.

     c. Pemasaran Terpadu

           Pemasaran terpadu dapat terjadi pada dua level. Pertama, berbagai fungsi pemasaran (meliputi tenaga penjualan, periklanan, pelayanan pelanggan, manajemen produk, dan riset pemasaran) harus bekerjasama. Semua fungsi pemasaran itu harus dikoordinasi berdasarkan sudut pandang pelanggan. Kedua, pemasaran harus pula di rangkul oleh departemen lain di luar pemasaran.

     d. Kemampuan Menghasilkan Laba

           Tujuan terakhir dari konsep pemasaran adalah membantu organisasi mencapai tujuan mereka. Dalam kasus perusahaan swasta, tujuan utama adalah laba, dalam kasus perusahaan publik dan nirlaba, tujuan utama adalah bertahan hidup dan menarik cukup dana untuk melakukan pekerjaan yang bermanfaat. Meski demikian perusahaan swasta seharusnya tidak bertujuan meraup laba saja. Melainkan mendapatkan laba sebagai akibat dari penciptaan nilai pelanggan yang unggul. Sebuah perusahaan menghasilkan uang karena memenuhi kebutuhan pelanggan lebih baik dibandingkan pesaingnya dan kebanyakan perusahaan tidak menganut konsep pemasaran sebelum dipaksa keadaan seperti: penurunan penjualan, pertumbuhan yang lambat, perubahan pola pembelian, peningkatan persaingan dan peningkatan pengeluaran pemasaran.

 

PEMASARAN INDUSTRI

      Apa sih pemasaran industri itu? Apakah menjual barang untuk di konsumsi seperti pemasaran produk konsumsi? Apa perbedaan pemasaran industri dengan pemasaran produk konsumsi? Saya akan sedikit menjelaskan tentang pemasaran industri agar masyarakat tau jika pemasaran industri itu berbeda dengan pemasaran produk konsumsi.

       Tentunya kita lebih sering mendengar nama pemasaran produk konsumsi. Dan memang didalam kehidupan kita ini, kita lebih banyak membeli produk untuk dikonsumsi secara langsung, sehingga pemasaran produk konsumsi lebih di kenal di masyarakat dibandingkan pemasaran industri. Pemasaran industri dikenal juga dengan nama pemasaran industrial, pemasaran bisnis, perusahaan antarperusahaan dan pemasaran organisasi. Pemasaran industri berbeda dengan pemasaran produk konsumsi, terutama dalam hal penggunaan produk dan konsumen yang dituju, dimana pemasaran industri mengarahkan produknya kepada:

 Perusahaan yang akan menjual kembali produk tersebut

Perusahaan yang membeli produk tersebut untuk membantu proses produksinya, dan

Lembaga atau organisasi yang membeli produk tersebut untuk membantu kegiatan operasionalnya

      Pemasaran industri adalah kegiatan yang memfasilitasi terjadinya pertukaran produk dengan pelanggan dalam pasar industri, mencakup semua perusahaan yang membeli barang dan jasa industri, untuk digunakan dalam memproduksi barang dan jasa yang akan dijual, disewakan atau dipasok kepada konsumen lain. Transaksi dalam pemasaran industri terjadi apabila suatu barang atau jasa dijual untuk suatu kegunaan lain  dan bukan secara langsung untuk dikonsumsi secara personal (Bingham et al., 2005). Contohnya:

 Pemasaran bahan baku phospat ke pabrik pupuk

Pemasaran peralatan boilers ke pabrik gula

Pemasaran mesin tenun ke pabrik tenun

Pemasaran kapal tanker ke perusahaan angkutan minyak

      Contoh yang konkretnya adalah suatu pabrik tekstil membeli mesin tekstil untuk peremajaan mesinnya yang sudah tua atau suatu perusahaan industri otomotif membeli pelat baja (sheet) untuk bahan baku pabrik perakitannya.

 

IMAS SITI MASFUFAH~

           

SUMBER REFERENSI:

DASAR PEMASARAN : Peran Pemasaran Dalam Perusahaan dan Masyarakat oleh: R.T INDRA

Resensi Buku Literatur “Belajar Cepat Bahasa Jepang

26 Feb

RESENSI BUKU LITERATUR

B e l a j a r  C e p a t

b.a.h.a.s.a JEPANG

Praktis dan Menyenangkan

 

 

 

IMAS SITI MASFUFAH

GRAFIKA 4 A

 

Teknik Grafika & Penerbitan

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Judul buku           : Belajar Cepat bahasa Jepang Praktis dan Menyenangkan

 Pengarang          : Boye De Mente

Penerbit               : tHINK Jogjakarta

 Cetakan               : III (Tiga), Agustus 2007

 Tebal Halaman     : 150  Hlm.

 Jumlah Bab          : 10 Bab

 Ukuran Buku       : 14 x 22 Cm

 Harga Buku         : Rp. 18.000

 

Penulisan Bahasa Jepang

                Ada 4 cara berbeda dalam penulisan bahasa jepang, keempat cara tersebut adalah:

  1. Kanji atau logogram (yang aslinya diambilkan dari bahasa China), yang biasa digunakan bersama Hiragana.
  2. Hiragana, naskah tulisan yang biasa digunakan (besama dengan kanji) untuk akhir kata kerja, kata depan, dan sebagainya.
  3. Katagana digunakan untuk menggambarkan istilah asing ke dalam suku kata bahasa Jepang. Misalnya, bahasa jepangnya “hotel” adalah hoteru. Semua huruf Hiragana dan Katagana terdiri dari gabungan konsonan dan huruf vocal.
  4. Romaji “tulisan roma” biasanya dipakai bersama dengan Kanji, Hiragana atau keduanya.

 

Cara Pengucapan Bahasa Jepang

                 Sebenarnya bahasa jepang sangat mudah untuk diucapkan. Bahasa jepang tersusun dari suku kata yang jelas yang hanya berdasarkan lima bunyi huruf vocal. a (dalam  kata “ah:ah”), i (dalam ‘free:fri”), u (dalam “boo:bu”), e (dalam met: met), dan o (dalam “so: so”).

                Bunyi-bunyi huruf konsonan/mati ditambahkan pada bunyi huruf vocal ini, maka suku kata –suku kata dibuat dengan mengikuti bunyi yang sama dengan pola: ka,ki,ku,ke,ko san sa,shi,su,se,so dan seterusnya. Dalam bahasa jepang tidak ada bunyi huruf L atau V.

 

 

 

Mengembangkan Kemampuan Verbal

                Kita harus melatih mulut dan lidah kita untuk mengucapkan kata-kata asing sebagaimana mestinya. Sebagai contoh, pengucapan kata bahasa jepang “do itashimashite” (doe-ee-tah-she-mahssh-tay).yang artinya “jangan sebut hal itu” membutuhkan tujuh posisi lidah dan mulut yang berbeda.

Konsonan ganda

                Banyak kata-kata dalam bahasa jepang yang mempunyai konsonan ganda sehinga membuat orang-orang yang belajar sulit untuk mengucapkannya. Konsonan ganda  dipresentasikan dalam Hiragana dengan tsu (t’sue) yang berukuran lebih kecil serta tak terucapkan. Tapi terdapat waktu sejenak (jeda) sebagaimana hiragana yang lain. Sebagai contoh:  kekko (keck-ko) baik,bagus dan matte kudasai (maht-tay koo-dah-sai) yang memiliki arti silahkan tunggu.

Tingkat Kesopanan dalam Bahasa Jepang

Sebagaimana halnya dengan bahasa yang lain, bahasa jepang juga mempunyai tingkat kesopanan dalam pembicaraan yang meliputi kosa kata, akhir kata dan bahkan pada perubahan nada dan postur tubuh. Yang digunakan dalam sehari-hari disebut ‘’plain form”, sedangkan untuk situasi yang sangat formal, yang digunakan adalah tingkat ‘ultra-polite”. Misalnya, keigo (kay-e-go) yang umumnya diartikan sebagai ‘suatu kehormatan”. Pada tingkat yang paling sopan (ultra-polite), desu (dess) berubah menjadi de gozaimasu (day go-zai-mahss).

Selain itu, masih ada beberapa bentuk dan kata-kata yang sangat sopan. Misalnya, ada tiga perbedaan bentuk untuk kata “say”: yaitu mosu (moe-sue) untuk kalangan bawah, iu (yoo) untuk kalangan menengah, dan untuk kalangan atas memakai ossharu (oh-sah-rue). Penambahan partikel o- atau go- sebelum kata benda, kata sifat, dan kata keterangan berfungsi merubah kata tersebut menjadi sangat sopan.

Kata-san (sahn)  yang biasanya dububuhkan dibelakang nama fungsinya sama dengan Mr., Mrs., atau Miss. (Tuan, Nyonya, atau Nona). 

 

KESIMPULAN: dengan membaca dan mempelajari buku ini kita sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa jepang dengan baik dan benar karena dalam buku ini terdapat 100 kosa kata dan ungkapan dalam bahasa jepang seperti kosa kata mengenai: berkenalan, berbelanja, menannyakan arah, mengendarai kendaraan umum, memesan makanan atau minuman dan masih banyak lagi.