PERANAN PEMASARAN DALAM ORGANISASI INDUSTRI GRAFIKA

7 Mar

PERAN PEMASARAN DALAM ORGANISASI

 Di dalam suatu organisasi manajer harus menyusun suatu struktur organisasi formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan.

 

Berikut ini peranan pemasaran dalam organisasi : 

 Peran Pemasaran dalam Sektor Bisnis 

 Di dalam sektor bisnis, pemasaran mulai di sadari oleh berbagai perusahaan pada waktu yang berbeda. Ada beberapa sebagian contoh yang termasuk dalam kategori pelopor di Asia seperti misalnya unilever, philips, dan sony. Di berbagai negara memiliki perbedaan dalam mempraktikan pada pangsa pasarnya. Secara umum, pemasaran cepat menyebar di perusahaan – perusahaan penghasil produk konsumen dalam bentuk kemasan (consumer packaged-goods), dan perusahaan penghasil produk untuk konsumen tahan lama (consumer durable-goods), dan perusahaan barang industri. Perusahaan jasa atau pelayanan konsumen  (consumer service firm), khususnya untuk perusahaan penerbangan dan bank mereka telah menuju pada pemasaran modern.

                                                       

PEMASARAN INDUSTRI

 

      Apa sih pemasaran industri itu? Apakah menjual barang untuk di konsumsi seperti pemasaran produk konsumsi? Apa perbedaan pemasaran industri dengan pemasaran produk konsumsi? Saya akan sedikit menjelaskan tentang pemasaran industri agar masyarakat tau jika pemasaran industri itu berbeda dengan pemasaran produk konsumsi.

       Tentunya kita lebih sering mendengar nama pemasaran produk konsumsi. Dan memang didalam kehidupan kita ini, kita lebih banyak membeli produk untuk dikonsumsi secara langsung, sehingga pemasaran produk konsumsi lebih di kenal di masyarakat dibandingkan pemasaran industri. Pemasaran industri dikenal juga dengan nama pemasaran industrial, pemasaran bisnis, perusahaan antarperusahaan dan pemasaran organisasi. Pemasaran industri berbeda dengan pemasaran produk konsumsi, terutama dalam hal penggunaan produk dan konsumen yang dituju, dimana pemasaran industri mengarahkan produknya kepada:

 Perusahaan yang akan menjual kembali produk tersebut

Perusahaan yang membeli produk tersebut untuk membantu proses produksinya, dan

Lembaga atau organisasi yang membeli produk tersebut untuk membantu kegiatan operasionalnya

      Pemasaran industri adalah kegiatan yang memfasilitasi terjadinya pertukaran produk dengan pelanggan dalam pasar industri, mencakup semua perusahaan yang membeli barang dan jasa industri, untuk digunakan dalam memproduksi barang dan jasa yang akan dijual, disewakan atau dipasok kepada konsumen lain. Transaksi dalam pemasaran industri terjadi apabila suatu barang atau jasa dijual untuk suatu kegunaan lain  dan bukan secara langsung untuk dikonsumsi secara personal (Bingham et al., 2005). Contohnya:

 Pemasaran bahan baku phospat ke pabrik pupuk

Pemasaran peralatan boilers ke pabrik gula

Pemasaran mesin tenun ke pabrik tenun

Pemasaran kapal tanker ke perusahaan angkutan minyak

      Contoh yang lebih konkretnya adalah suatu pabrik tekstil membeli mesin tekstil untuk peremajaan mesinnya yang sudah tua atau suatu perusahaan industri otomotif membeli pelat baja (sheet) untuk bahan baku pabrik perakitannya.

 

PERAN PEMASARAN DALAM PERUSAHAAN

 

·             Pemasaran adalah proses komunikasi yang tujuannya untuk memberitahu kepada publik mengenai barang atau jasa yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan .

Fungsi utama mengapa kegiatan pemasaran dilakukan :
1. Untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual perusahaan .
2. Untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen .
3. Untuk menciptakan nilai ekonomis suatu barang .

·            Manajemen Pemasaran adalah suatu aktivitas menganalisa ,memproses ,merencanakan ,yang dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan suatu perusahaan dalam menjalankan tujuannya .

·         Peran pemasaran dalam organisasi 

1).  Peran Pemasaran dalam Sektor Bisnis
       Dalam sektor bisnis, pemasaran mulai di sadari oleh berbagai perusahaan pada waktu yang berbeda. Unilever, Philips, Sony, dan Canon termasuk pelopor di Asia. Praktik pemasaran juga berbeda antar negara. Secara umum, pemasaran paling cepat menyebar di perusahaan-perusahaan penghasil barang konsumen dalam kemasan (Consumer Packaged/Goods), perusahaan-perusahaan penghasil barang konsumen tahan lama (Consumer Durable-Goods), dan perusahaan-perusahaan peralatan industry .
      Dalam dekade terakhir, perusahaan-perusahaan jasa atau pelayanan konsumen (Consumer Service Firm), khususnya penerbangan dan bank, telah menuju pemasaran modern. Pemasaran mulai menarik minat perusahaan asuransi dan pialang saham, meskipun mereka masih harus banyak belajar dalam menerapkan pemasaran secara efektif .

Konsep  Pemasaran

       Yaitu sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton, 1978) .

 

Konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan berorientasi kepada kebutuhan konsumen. Hal ini secara asasi berbeda dengan falsafah bisnis  terdahulu yang berorientasi pada produk, dan penjualan .

 

Tiga unsur konsep pemasaran:

   1).   Orientasi pada Konsumen .

   2).   Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral .

   3).   Kepuasan Konsumen .

(http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pemasaran)

                       

     

  • Pengertian pemasaran

Pemasaran adalah kegiatan pemasaran untuk menjalankan bisnis (profit atau nonprofit) gna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dn atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.

Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Definisi yangpaling sesuai dengan tujuan tersebut adalah :

Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997).

Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands). 

  • Pengertian manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan ntuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, danuntuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, manajemen pemasaran dapat diartikan :

Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi (Kotler, 1997).

 

 

 

STRATEGI MARKETING PADA PERUSAHAAN INDUSTRI

Pengertian Pemasaran

Pengertian pemasaran sering diartikan dengan penjualan. Padahal sebenarnya pengertian pemasaran lebih luas, penjualan hanya sebagian dari kegiatan pemasaran.

Secara umum pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit atau non profit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.

Unsur pokok dalam kegitan pemasaran adalah:

1. Pemasar

Pemasar adalah organisasi perusahaan atau perorangan yang mempunyai tujuantertentu bagi organisasi maupun pribadinya. Tujuan pemasar yaitu keuntungan, survive, pangsa pasar, kesetiaan pelanggan, kesejahteraan, dan sebagainya yang harus dipenuhi.

Pemasar dapat merupakan:

a. produsen (umumnya berorientasi terhadap keuntungan)

b. organisasi (belum tentu berorientasi terhadap keuntungan)

2. Pemerintah (berorientasi terhadap kesejahteraan umum)

3. Barang dan Jasa

Apapun bentuk sesuatu yang ditawarkan produsen untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen. Barang dapat bersifat konkret, tidak kongkret (jasa) atau kombinasinya.

4. Pasar

Pasar adalah konsumen pribadi atau organisasi perusahaan yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berwujud sebagai permintaan terhadap barang atau jasa. Pada umumnya, tujuan dari konsumen pribadi adalah pemenuhan dan kepuasan kebutuhan dan keinginannya. Sedang tujuan pasar organisasi perusahaan adalah keuntungan atau yang lain. Pasar mempunyai kapasitas pertukaran (dayabeli) untuk bisa memperoleh barang yang diminta. Daya beli adalah kemampuan pasar untuk mendapatkan barang yang diperlukan. Daya bali dapat berwujud penguasaan uang, barang yang bernilai untuk ditukarkan, ataupun kepercayaan orang lain bahwa mereka mampu membayar.

5. Proses Pertukaran

Pertukaran adalah kegiatan dua pihak yang masing-masing memerlukan sesuatu milik pihak yang lain sebagai usaha untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan masing- masing. Pertukaran dapat dilakukan secara barter atau transaksi penjualan dengan syarat-syarat yang disepakati secara layak oleh kedua belah pihak. Artinya dalam pertukaran tidak ada pihak yang dirugikan.

1.2 Konsep Pemasaran

Pemasaran sangat penting dalam setiap kegiatan bisnis. Lingkungan, kondisi pasar, sifat produk, dan terutama pandangan pemasar atau pihak yang berkepentingan terhadap pemasaran tersebut. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa konsep pemasarn yang dianut oleh masing-masing perusahaan tidaklah sama. Konsep pemasaran ini dalam perjalanan waktunya mengalami perkembangan (evolusi pemikiran). Perkembangannya adalah sebagai berikut:

  • Konsep produksi:

Adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada proses produksi (internal) bahwa konsumen hanya akan membeli produk-produk yang murah. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan yang harus dilakukan adalah efesiensi biaya (produksi dan distribusi) agar dapat menjual barang dengan murah kepada konsumen.

  • Konsep produk:

Adalah anggapan pemasar bahwa konsumen lebih menghendaki produk-produk yang berkualitas atau berpenampilan menarik. Dengan demikian tujuan bisnis perusahaan adalah pengendalian kualitas.

  • Konsep penjualan

Adalah anggapan pemasr yang berorientasi kepada tingkat penjualan (internal) bahwa konsumen perlu dipengaruhi agar penjualan dapat meningkat sehingga tercapai profit maksimum sebagai tujuan perusahaan. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan adalah usaha-usaha meningkatkan cara-cara penjualn dan kegitan promosi yang intensif agar mampu mempengaruhi, membujuk konsumen untuk membeli sehingga penjualn dapat meningkat.

  • Konsep pemasaran

Adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan (eksternal) bahwa konsumen hanya akan bersedia membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan adalah berusaha memenuhi kepuasan penggan melalui pemahaman perilaku konsumen.

  • Konsep pemasaran yang memasyarakat (sosial)

Adalah anggapan pemasar bahwa konsumen hanya bersedia membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan serta kesejahteraan lingkungan sosial konsumen. Tujuan kegiatan perusahaan adalah disamping berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat juga memperbaiki relasi antara produsen dan masyaraket untuk peningkatan kesejahteraannya.

  • Konsep pasar

Adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan dan pesaing-pesaing perusahaan (persaingan pasar) bahwa produsen perlu mempunyai keunggulan pasar yang bersaing untuk dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan. Focus kegiatan pelanggan adalah berusaha memahami perilaku konsumen dan juga berusaha memahami perilaku pesaing untuk dapat mengatasi persaingan.

1.3 Sasaran Pasar

Bagian Pasar (target market) yang akan dilayani perusahaan adalah sasaran yang merupakan rencana penguasaan pasar. Akan tetapi dalam realisasi, dapat terjadi penguasaan pasar yang dicapai dapat lebih rendah dari rencana. Bagian pasar yang dapat dikuasai adalah pasar actual yang direalisir. Bagian ini bila dibandingkan dengan pasar yang dapat dipenuhi oleh keseluruhan industri adalah kemampuan penguasaan perusahaan atas pasar (market share).

Dalam menerapkan pasar sasaran, terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Segmentasi Pasar

2. Penetapan Pasar Sasaran

3. Penempatan Produk

1. Segmentasi Pasar

Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. Berdasarkan definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan tetapi pada kenyataannya adalah heterogen. Pada dasarnya segmentasi pasar adalah suatu strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang orientasinya adalah konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen.

Ada empat ktiteria yang harus dipenuhi segmen pasar agar proses segmentasi pasar dapat dijalankan dengan efektif dan bermanfaat bagi perusahaan, yaitu:

  • Terukur (Measurable), artinya segmen pasar tesebut dapat diukur, baik besarnya, maupun luasnya serta daya beli segmen pasar tersebut.
  • Terjangkau (Accessible), artinya segmen pasar tersebut dapat dicapai sehingga dapat dilayani secara efektif.
  • Cukup luas (Substantial), sehingga dapat menguntungkan bila dilayani.
  • Dapat dilaksanakan (Actjonable), sehingga semua program yang telah disusun untuk menarik dan melayani segmen pasar itu dapat efektif.

Kebijakan segmentasi pasar haruslah dilakukan dengan menggunakan ktiteria tertentu. Tentunya segmentasi ini berbeda antara barang industri dengan barang konsumsi. Namun dengan demikian secara umum setiap perubahan akan mensegmentasikan pasarnya atas dasar:

a. Segmentasi atas dasar Geografis, Segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara membagi pasar kedalam unit-unit geografis seperti negara, propinsi, kabupaten. kota, desa, dan lain sebagainya. Dalam hal ini perusahaan

akan beroperasi disemua segmen, akan tetapi, harus memperhatikan perbedaan kebutuhan dan selera yang ada dimasing-masing daerah.

b. Segmentasi atas dasar Demografis, Segmentasi pasar ini dapat dilakukan dengan cara memisahkan pasar kedalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada variabel-variabel demografis, seperti umur, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, agama, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.

c. Segmentasi atas dasar psychografis, Segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara membagi-bagi konsumen kedalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, berbagai ciri kepribadian, motif pembelian, dan lain-lain.

2. Penetapan Pasar Sasaran ( Target market)

Adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Apabila perusahaan ingin menentukan segmen pasar mana yang akan dimasukinya, maka langkah yang pertama adalah menghitung dan menilai porensi profit dari berbagai segmen yang ada tadi. Maka dalam hal ini pemasar harus mengerti betul tentang teknik-teknik dalam mengukur potensi pasar dan meramalkan permintaan pada masa yang akan datang. Teknik-teknik yang dipergunakan ini sangat bermanfaat dalam memilih pasar sasaran, sehingga pemasar dapat menghindarkan kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi, atau paling tidak menguranginya sekecil mungkin dalam prakteknya. Maka untuk tujuan tersebut perusahaan harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran. Dalam kenyataannya perusahaan dapat mengikuti salah satu diantara lima strategi peliputan pasar, yaiitu:

1. Konsentrasi pasar tunggal, ialah sebuah perusahaan dapat memusatkan kegiatannya dalam satu bagian daripada pasar. Biasanya perusahaan yang lebih kecil melakukan pilihan ini.

2. Spesialisasi produk, sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi satu jenis produk. Misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi hanya mesin tik listrik bagi sekelompok pelanggan.

3. Spesialisasi pasar, misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat segala macam mesin tik, tetapi diarahkan untuk kelompok pelanggan yang kecil.

4. Spesialisasi selektif, sebuah perusahaan bergerak dalam berbagai kegiatan usaha yang tidak ada hubungan dengan yang lainnya, kecuali bahwa setiap kegiatan usaha itu mengandung peluang yang menarik.

5. Peliputan keseluruhan, yang lazim dilaksanakan oleh industri yang lebih besar untuk mengungguli pasar. Mereka menyediakan sebuah produk untuk setiap orang, sesuai dengan daya beli masing-masing.

3. Penempatan produk ( Product Positioning)

Penempatan produk mencakup kegiatan merumuskan penempatan produk dalam persaingan dan menetapkan bauran pemasaran yang terperinci. Pada hakekatnya Penempatan produk adalah: Tindakan merancang produk dan bauran pemasaran agar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.

Bagi setiap segmen yang dimasuki perusahaan, perlu dikembangkan suatu strategi penempatan produk. Saat ini setiap produk yang beredar dipasar menduduki posisi tertentu dalam segmen pasamya. Apa yang sesungguhnya penting disini adalah persepsi atau tanggapan konsumen mengenai posisi yang dipegang oleh setiap produk dipasar.

Ada beberapa pilihan strategi merancang posisi produk:

1. Posisi berdasarkan atribut produk

Suatu produk dapat dilihat berbeda oleh konsumen menurut atribut produk, misalnya kualitas, harga, penampilan, atau modelnya.

2. Posisi berdasarkan pada manfaat produk

Posisi produk dapat dibedakan terhadap produk pesaing menurut kegunaan produk, fungsi, atau manfaat menggunakan. Misalnya kedudukan sepatu olahraga akan berbeda posisinya dengan sepatu formal.

3. Posisi yang mendasarkan penggunaan produk

Suatu produk dapat diposisikan untuk penggunaannya pada saat-saat atau kondisi tertentu. Komputer dapat dibedakan kedudukannya menurut pemakaian menentap atau untuk kepentingan diperjalanan (laptop)

4. Posisi berdasarkan pemakaian produk

Posisi produk dapat dibedakan secar langsung sesuai dengan perbedaan atau kekhususan pemakai produk. Misalnya posisi kendaraan menurut kepentingan keluarga akan berbeda dengan posisi kendaraan untuk pemakaian niaga.

5. Posisi yang membedakan langsung dengan pesaing

Posisi produk dapat dirancang berbeda secara langsung terhadap produk-produk pesaing dengan menyinggung atau menyebut atribut produk pesaingnya.

1.4 Bauran Pemasaran

Salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah Bauran Pemasaran, yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan, bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada satu segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarannya. Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin, dalam melakukan kegiatan pemasarannya. Dengan demikian perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut, untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif. Menurut William J.Stanton pengertian marketing mix sccara umum adalah sebagai berikut: marketing mix adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adlah penawaran produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.

Keempat unsur atau variabel bauran pemasaran (Marketing mix) tersebut atau yang disebut four p’s adalah sebagai berikut:

1. Strategi Produk

2. Strategi Harga

3. Strategi Penyaluran / Distribusi

4. Strategi Promosi

MARKETING PADA PERUSAHAAN PERCETAKAN

Pengertian Percetakan
Percetakan merupakan teknologi yang memproduksi salinan dari sebuah image dengan sangat cepat, seperti kata-kata atau gambar-gambar (image) di atas kertas, kain, dan permukaan-permukaan lainnya. Percetakan merupakan proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Hal tersebut merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi.
Percetakan adalah sebuah proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Hal tesebut merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi. Banyak buku, koran, brosur, flyer dan majalah sekarang ini biasanya dicetak menggunakan teknik percetakan offset. Image yang akan dicetak di print diatas film lalu di transfer ke plat cetak. Warna-warna bisa didapatkan dengan menimpakan beberapa pola warna dari setiap pelat offset sekaligus. Teknik percetakan umum lainnya termasuk cetak relief, sablon, rotogravure, dan percetakan berbasis digital seperti pita jarum, inkjet, dan laser. Dikenal pula teknik cetak poly untuk pemberian kesan emas dan perak ke atas permukaan dan cetak emboss untuk memberikan kesan menonjol kepada kertas.

Proses Percetakan
Tahap-tahap percetakan adalah sebagai berikut :
1. Klien memberikan spesifikasi permintaan kepada percetakan, meliputi: Jenis publikasi yang akan dibuat (buku, brosur, newsletter, dsb.), jenis kertas yang diminta, jumlah warna, jumlah foto/gambar, jumlah lembar dan sebagainya.
2. Percetakan memberikan detil sesuai permintaan klien berikut harga, jangka waktu pengerjaan.
3. Klien menawar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Setelah deal, maka masuk pada tahap persetujuan dan kontrak.
4. Divisi Desain/Setting menyiapkan layout, menginput data (foto, illustrasi, logo) yang diperlukan kemudian didesain sesuai permintaan klien.
5. Hasil proofing (cetakan sementara) sebagai patokan hasil yang akan dicetak dberikan kepada klien untuk direvisi. Biasanya klien melakukan beberapa pengecekan, baik dari segi desain maupun isi (misalnya ada yang salah ketik atau salah letak).
6. Klien memberikan koreksi seperlunya. Setelah selesai disetujui oleh klien, percetakan melanjutkan tahap finishing desain (Final Art).
7. Hasil desain (FA) dibuat plat 4 warna (Cyan, Magenta, Yellow, Black) untuk dijadikan master film untuk pencetakan.
8. Tahap pencentakan dimulai dengan mesin cetak 4 warna (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Beberapa percetakan juga menyediakan pencetakan lebih dari 4 warna, misalnya dengan tambahan warna khusus (Spot Color) untuk pencetakan logo yang akurat atau tinta tambahan seperti tinta emas dan lainnya.
9. Tahap pemotongan kertas untuk merapikan.
10. Tahap penjilidan/laminating bila diperlukan untuk design ‘lux’ dan sebagainya.
11. Tahap pengiriman hasil cetakan ke klien.

Peranan Periklanan Dalam Jumlah Pelanggan
Bagi perusahaan percetakan, periklanan berfungsi menginformasikan kepada khalayak mengenai keberadaan usahanya serta keunggulan-keunggulan produk percetakan yang dimilikinya, juga untuk menarik minat khalayak agar mau menjadi pelanggan yang loyal pada perusahaannya, dan untuk mempertahankan citra perusahaan di mata khalayak masyarakat, konsumen atau pelanggan.
Setelah mendengar atau melihat iklan dari suatu perusahaan percetakan, khalayak diharapkan selalu teringat pada perusahaan tersebut walaupun tidak memutuskan untuk menjadi pelanggan yang loyal pada perusahaan yang bersangkutan pada saat itu juga, tetapi jika pada suatu saat ingin membeli dan memakai jasa percetakan maka nama perusahaan percetakan tersebut yang pertama diingat. Hal itu akan menjadi alasan khalayak untuk datang pada perusahaan percetakan yang bersangkutan untuk meminta informasi lebih lanjut, dan akhirnya berminat untuk menjadi pelanggan yang loyal pada perusahaan percetakan yang bersangkutan.
Sehingga periklanan memiliki peranan yang sangat penting untuk meyakinkan konsumen agar melakukan pembelian (menjadi pelanggan), sehingga akan mempengaruhi jumlah pelanggan. Kotler (2000: 581)

Berdasarkan apa yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa apabila periklanan direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan tepat, maka akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil penjulan (jumlah pelanggan), karena iklan dapat mendatangkan suatu ketertarikan pada pelanggan, sehingga akan tercipta sejumlah pelanggan yang loyal pada perusahaan.

 Pendekatan Masalah
Kondisi persaingan yang semakin ketat tidak saja dialami oleh perusahaan penghasil barang, tetapi juga dialami oleh perusahaan penghasil jasa seperti halnya perusahaan percetakan.
Menurut Hendra Teguh (www.percetakan-sinarbuana.co.cc) : 
Percetakan adalah teknologi yang memproduksi salinan dari sebuah image dengan sangat cepat, seperti kata-kata atau gambar-gambar (image) di atas kertas, kain, dan permukaan-permukaan lainnya. Percetakan merupakan proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Hal tersebut merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi.

Setiap perusahaan percetakan bersaing dalam memperebutkan pasar potensial agar bersedia untuk membeli atau memakai jasa percetakannya. Kondisi persaingan ini memaksa usaha percetakan untuk lebih memperhatikan masalah pemasaran. Pada awal produk yang diluncurkan atau kebijakan baru dari perusahaan dapat dipastikan masyarakat atau konsumen belum mengenal dan mengetahui produk atau kebijakan yang dihasilkan atau diluncurkan oleh perusahaan percetakan tersebut. Untuk melakukannya maka dilakukan kegiatan promosi.
Menurut Mc. Carthy yang diterjemahkan oleh Agus Dharma (1996: 294) : “Promosi adalah suatu informasi komunikasi antara penjual dan pembeli untuk mempengaruhi sikap dan perilaku”. Melalui promosi, perusahaan dapat memperkenalkan dan menawarkan produk-produknya kepada khalayak/masyarakat atau konsumen. Dalam melaksanakan kegiatan promosi perusahaan dapat mengkombinasikan atau memilih salah satu diantara sekian jenis bauran promosi. Menurut Kotler (2000: 550), bauran promosi terdiri dari : advertising, sales promotion, public relations and publicity, personal selling and direct marketting. (iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan publisitas, kewiraniagaan dan pemasaran langsung). 
Periklanan merupakan salah satu unsur dalam bauran promosi yang memiliki arti luas serta manfaat yang besar bagi perusahaan dalam berkomunikasi dengan masyarakat atau konsumen. Menurut Kotler (2000: 578) : “Advertising is any paid form of non personal presentation and promotion of ideas, goods, or services by an identified sponsor”. (Iklan adalah segala sesuatu apapun yang dibayar dalam bentuk yang termasuk presentasi perorangan dan promosi ide, barang, atau jasa oleh layanan dari sponsor teridentifikasi).
Setiap perusahaan memandang bahwa masyarakat atua konsumen merupakan suatu asset berharga yang harus dijaga serta dipertahankan, dan untuk memenangkan konsumen sebagai pelanggan jangka panjang adalah dengan memahami kebutuhan dan perilaku pembeli secara lebih baik daripada yang dilakukan oleh pesaing (Djaslim Saladin, 2002: 8). Begitu pula dengan bisnis percetakan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa, konsumen memliki peran yang penting dalam menunjang kelancran usaha percetakan, karena itu keinginan dan kebutuhan konsumen harus selalu diperhatikan. Menurut UU PK “Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan”. Setiap konsumen memiliki kebutuhan dan perilaku pembelian yang beragam, karena itu konsumen perlu dibujuk agar terdorong untuk membeli dan memakai jasa percetakan. Salah satu cara yang ditempuh oleh perusahaan percetakan untuk meraih tujuan itu adalah dengan melaksanakan kegiatan periklanan yang efektif.
Agar kegiatan periklanan benar-benar efektif dalam meningkatkan hasil penjualan (jumlah pelanggan), maka perlu dilakukan perencanaan yang baik sebelum kegiatan periklana tersebut dilaksanakan. Menurut Kotler (2000: 578), terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk membuat rencana program periklanan yang baik terdiri dari :

(1) Setting the advertising objective,

(2) Deciding on the advertising budget,

(3) Choosing the advertising message, 

(4) Deciding on the advertising media,

(5) Evaluating the advertising effectiveness.

 

 

SUMBER:

Teguh Budiarto, Dasar Pemasaran.Jakarta:Universitas gunadarma,1993

http://www.karir-up.com/2008/05/menjadi-marekting-handal/

http://id.88db.com/id/Discussion/Discussion_reply.page?DiscID=1521

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pemasaran

http://massofa.wordpress.com/2008/01/25/peran-pemasaran-dalam-perusahaan-dan-masyarakat/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: